Pencarian

Pemkab Kotim Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Tampung Ribuan Siswa

Jumat, 05 Juni 2026 • 00:57:31 WIB
Pemkab Kotim Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Tampung Ribuan Siswa
Pemkab Kotim siapkan lahan 20 hektare untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Jalan Sawit Raya.

SAMPIT — Lahan seluas 20 hektare di Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sudah disiapkan Pemkab Kotawaringin Timur untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Kepala Disdik Kotim Yolanda Lonita Fenisia mengatakan lahan itu menjadi syarat awal pengusulan ke Kemendikdasmen.

SNT merupakan kawasan pendidikan modern yang menyediakan jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu sistem tata kelola. Konsep ini berbeda dengan Sekolah Rakyat (SR) yang dikelola Kemensos untuk anak dari keluarga miskin ekstrem.

Sasaran Peserta: Bukan Hanya Anak Miskin Ekstrem

Yolanda menjelaskan SNT terbuka bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif. "Kalau SR itu kan desil 1 dan desil 2, kalau SNT itu terbuka bagi peserta didik dari keluarga desil menengah dan kelompok rentan," ujarnya di Sampit, Kamis.

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada kementerian yang menaungi. SNT merupakan program Kemendikdasmen, sementara SR berada di bawah Kemensos.

Mengapa Jalan Sawit Raya Dipilih?

Pemilihan lokasi didasarkan pada kepadatan penduduk dan minimnya fasilitas pendidikan tingkat menengah di kawasan tersebut. Saat ini, wilayah itu hanya memiliki SMP Negeri 8 yang harus menampung lulusan dari beberapa SD di sekitarnya.

Pemkab memperhitungkan radius ideal pembangunan sekolah baru berkisar delapan hingga sepuluh kilometer dari pemukiman warga. Dengan adanya SNT, jarak tempuh anak-anak ke sekolah bisa dipangkas signifikan sekaligus mendukung sistem zonasi.

Proses Verifikasi Sudah Berjalan

Direktorat SMA Kemendikdasmen telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi dan validasi lapangan beberapa pekan lalu. "Kami masih menunggu terkait penetapan hasil oleh tim apakah lokasi yang diusulkan memenuhi persyaratan," beber Yolanda.

Hasil verval tersebut akan menjadi penentu utama apakah lahan 20 hektare yang diusulkan telah memenuhi seluruh kriteria teknis. Kepastian waktu pembangunan fisik masih bergantung pada keputusan kementerian.

Harapan: Mengurai Kepadatan di Kawasan Padat

Yolanda berharap usulan ini mendapat hasil positif. "Harapannya kalau SNT ini dibangun di Kotim, maka pendidikan akan semakin maju. Apalagi daerah Jenderal Sudirman itu kawasannya cukup luas dengan pemukiman padat," katanya.

Penambahan daya tampung dinilai mendesak mengingat pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Kehadiran SNT diharapkan mampu memecah konsentrasi kepadatan siswa dan memberikan akses pendidikan yang lebih merata.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks