Pencarian

Pawai Obor Malam Idul Adha di Sampit Tetap Meriah meski Jumlah Peserta Turun, 25 Kelompok Ikut serta

Rabu, 27 Mei 2026 • 13:17:49 WIB
Pawai Obor Malam Idul Adha di Sampit Tetap Meriah meski Jumlah Peserta Turun, 25 Kelompok Ikut serta
Ribuan warga menyaksikan pawai obor malam Idul Adha di Kecamatan Baamang, Sampit.

SAMPIT — Cahaya obor kembali menerangi ruas jalan di Kecamatan Baamang, Sampit, pada malam Idul Adha. Ribuan warga memadati tepi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta pawai yang membawa obor, lantunan takbir, tabuhan rebana, hingga kendaraan hias bernuansa Islami.

Kegiatan ini merupakan tradisi syiar Islam yang konsisten digelar setiap tahun sejak 13 tahun lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baamang, Yudi Aprianur, mengatakan pawai obor menjadi agenda tahunan yang dinanti warga.

“Ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di Kecamatan Baamang, sebagai tradisi tahunan syiar Islam yang telah berlangsung selama 13 tahun berturut-turut,” ujarnya di Sampit, Selasa malam.

Mengapa kemeriahan tahun ini terasa lebih besar?

Yudi menjelaskan, perhatian masyarakat lebih terpusat pada pawai di Kecamatan Baamang karena tingkat kabupaten tidak menggelar pawai takbiran keliling tahun ini. Akibatnya, antusiasme warga untuk menonton dan berpartisipasi meningkat.

“Kemeriahan tahun ini terasa lebih besar karena untuk tingkat kabupaten tidak digelar pawai takbiran keliling, sehingga perhatian masyarakat lebih terpusat pada kegiatan di Kecamatan Baamang,” kata Yudi.

25 kelompok peserta dan kolaborasi tiga pihak

Ketua Panitia Dadang Siswanto menyebutkan, pawai obor tahun ini diikuti oleh 25 kelompok peserta. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Baamang, Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Baamang, dan aparat keamanan setempat.

“Ini adalah merupakan kolaborasi antara Kecamatan Baamang bekerjasama dengan Kwaran Gerakan Pramuka Baamang dan tentunya dalam bagian pihak keamanan. Sehingga alhamdulillah setiap tahun ini bisa kita laksanakan,” ucap Dadang.

Ada lomba kreativitas, tapi jumlah peserta turun karena ekonomi

Pawai obor tahun ini juga disertai perlombaan bagi peserta dengan penampilan paling menarik. Penilaian utama difokuskan pada kreativitas peserta dalam menampilkan tema dan atraksi selama pawai. Namun, Dadang mencatat adanya sedikit penurunan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menilai kondisi tersebut dapat dimaklumi karena faktor ekonomi masyarakat yang sedang lesu. Peserta membutuhkan biaya lebih untuk menyiapkan atribut, maskot, dan perlengkapan pawai.

“Kami memaklumi hal tersebut karena mungkin kondisi daya beli masyarakat sedang lesu. Sedangkan untuk mengikuti kegiatan ini tentu perlu dana untuk atribut, maskot dan semacamnya,” tuturnya.

Apa tujuan utama pawai obor ini?

Menurut Dadang, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat. Selain itu, pawai obor juga menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan warga setiap tahunnya.

“Terbukti dari banyaknya masyarakat yang menonton kegiatan ini. Itu merupakan bentuk nyata bahwa acara semacam ini terus ditunggu oleh masyarakat Kecamatan Baamang,” ujarnya.

Yudi menambahkan, pawai obor juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas. Setiap tahun, kata dia, selalu ada penampilan dan konsep baru yang ditampilkan peserta, baik melalui kostum, dekorasi kendaraan, maupun maskot yang dibawa saat pawai.

Apakah pawai obor akan digelar tahun depan?

Yudi berharap kegiatan ini bisa kembali digelar tahun depan dengan kemeriahan yang lebih besar. “Kami berharap tahun depan kegiatan ini bisa kembali digelar dan bisa lebih meriah,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks