Pencarian

Regulasi Migas Non Konvensional Dikebut, Pertamina Siap Bor Sumur Baru di Rokan Demi Tekan Impor Minyak

Sabtu, 06 Juni 2026 • 01:52:01 WIB
Regulasi Migas Non Konvensional Dikebut, Pertamina Siap Bor Sumur Baru di Rokan Demi Tekan Impor Minyak
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan regulasi migas non konvensional ditargetkan selesai akhir Juni 2024.

KALIMANTAN TENGAH — Jakarta – Regulasi yang selama ini menjadi ganjalan eksplorasi migas non konvensional (MNK) di Indonesia akhirnya memasuki tahap akhir. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan kerangka aturan itu ditargetkan rampung dalam hitungan pekan.

“SKK Migas minta kalau bisa akhir Juni ini sudah bisa diselesaikan kerangka regulasinya dan juga bisa diimplementasikan pada awal Juli. Jadi ini kita lagi berkejaran dengan waktu,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (6/6).

Bagi Hasil Jadi Titik Kritis, Investor Tunggu Kepastian

Poin utama yang masih dibahas adalah skema bagi hasil antara pemerintah dan pelaku usaha. Yuliot menjelaskan, tingkat kesulitan teknis pengelolaan blok MNK jauh lebih tinggi dibanding migas konvensional, sehingga insentif fiskal mutlak diperlukan.

“Mereka (calon mitra) meminta ada kepastian terlebih dulu. Jadi nanti berdasarkan kajian dari SKK Migas, siapapun penyedia teknologinya, kerjasamanya, itu tidak ada masalah,” jelas Yuliot.

Ia menambahkan, sudah ada beberapa perusahaan yang menyatakan minat bekerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan MNK di Blok Rokan. Namun, hampir semuanya menunggu regulasi ini terbit.

Pertamina Siapkan Dua Sumur Eksplorasi Lanjutan

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan pada pertengahan 2025, Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyatakan dua struktur prospek—Gulamo dan Kelok—siap memasuki tahap eksplorasi lanjutan. Fokusnya adalah mengumpulkan data tambahan soal kualitas reservoir dan keekonomian pengembangan.

“Terus nantikan akan dibor dengan banyak sumur. Tentunya nanti akan ribuan barel oil per day setelah sumurnya. Sekarang Pertamina sudah lakukan pemboran, sudah berhasil, sudah dites, sekarang Pertamina lagi mau mengajukan kontrak bagi hasilnya yang lebih menguntungkan,” jelas Djoko.

SKK Migas meminta PHR merealisasikan 2–3 sumur appraisal tambahan untuk memperkuat keyakinan terhadap potensi komersial MNK Rokan. Jika semua berjalan lancar, langkah ini bisa menjadi terobosan besar bagi produksi minyak nasional yang terus menurun dalam satu dekade terakhir.

Keberhasilan eksplorasi MNK dinilai strategis. Pasalnya, setiap tambahan produksi minyak dari dalam negeri berarti pengurangan volume impor, yang selama ini membebani neraca perdagangan dan nilai tukar rupiah.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks