Pencarian

24 Tahun Tak Ada Kurban, Warga Tinggiran Baru di Kapuas Kembali Rasakan Kebersamaan Iduladha Lewat Program YBM PLN

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:57:56 WIB
24 Tahun Tak Ada Kurban, Warga Tinggiran Baru di Kapuas Kembali Rasakan Kebersamaan Iduladha Lewat Program YBM PLN
Warga Desa Tinggiran Baru kembali merayakan Iduladha dengan kurban setelah 24 tahun vakum melalui program YBM PLN.

KAPUAS — Suasana Iduladha tahun ini terasa berbeda bagi warga Desa Tinggiran Baru. Setelah nyaris seperempat abad tidak ada aktivitas kurban, pekan lalu mereka kembali bisa berkumpul dan menikmati daging segar hasil sembelihan hewan kurban dari program Tebar Berkah Daging yang digagas YBM PLN UID Kalselteng.

Ketua YBM PLN UID Kalselteng, Choirul Anwar, menyerahkan langsung hewan kurban kepada Imam Masjid Baiturrahman yang menjadi pusat kegiatan. Penyerahan itu menjadi simbol dimulainya kembali tradisi kurban yang sempat vakum puluhan tahun di desa yang terletak di Kecamatan Kapuas Timur tersebut.

Mengapa Warga Tinggiran Baru 24 Tahun Tak Merayakan Kurban?

Menurut keterangan pengurus masjid setempat, vakumnya kegiatan kurban selama 24 tahun disebabkan oleh kondisi ekonomi warga yang mayoritas petani dan buruh harian. Harga sapi atau kambing yang terus melambung membuat warga kesulitan mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli hewan kurban setiap tahunnya. Program dari YBM PLN ini menjadi angin segar yang memutus rantai keterbatasan tersebut.

Daging Kurban Dibagikan ke Mana Saja?

Daging kurban yang telah dipotong dan dikemas tidak hanya dibagikan kepada warga yang hadir di Masjid Baiturrahman. Sebagian besar daging diantar langsung ke rumah-rumah warga lanjut usia, janda, dan keluarga kurang mampu yang tidak bisa hadir ke lokasi penyembelihan. Proses pendistribusian melibatkan pemuda setempat dan pengurus masjid agar tepat sasaran.

"Kami bersyukur sekali. Baru tahun ini ada kurban lagi. Anak-anak kami jadi tahu bagaimana rasanya Iduladha dengan menyembelih dan berbagi," ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Apa Dampak Program Tebar Berkah Daging bagi Warga Kapuas?

Program ini memberikan dampak langsung berupa asupan protein hewani bagi warga yang jarang mengonsumsi daging karena harga yang mahal. Lebih dari itu, momen penyembelihan dan pembagian daging menjadi ajang silaturahmi antarwarga yang sudah lama hilang. Kegiatan ini juga menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan di Desa Tinggiran Baru.

Apakah program ini akan berlanjut setiap tahun?

YBM PLN UID Kalselteng belum menyampaikan secara resmi jadwal keberlanjutan program ini ke desa-desa lain di Kalimantan Tengah. Namun, Choirul Anwar menyebut bahwa program Tebar Berkah Daging merupakan agenda tahunan YBM PLN yang akan terus diupayakan menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh kegiatan kurban.

Bagikan
Sumber: radarsampit.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks