KALIMANTAN TENGAH — Direktur Utama Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog yang bekerja tanpa kenal waktu selama musim panen.
Harga Gabah Rp 6.500 Terbukti Efektif Jaga Petani
"Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, Bulog telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Ahmad Rizal dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, kebijakan pemerintah yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering sebesar Rp 6.500 per kilogram terbukti efektif. Kebijakan ini memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia dan mencegah harga jatuh saat panen raya.
Stok Beras Pemerintah Lampaui 5 Juta Ton
Serapan besar ini berdampak langsung pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bulog menyebut stok beras yang dikelola kini telah melampaui 5 juta ton — level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Dengan stok tersebut, Bulog memiliki jaminan ketersediaan pangan yang kuat. Cadangan ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan negara: stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi bencana dan gejolak pasar.
Optimistis Target 4 Juta Ton Tercapai Sebelum Akhir Tahun
Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 bisa tercapai lebih cepat. Musim panen masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis, dan Bulog terus mengoptimalkan penyerapan melalui sinergi bersama pemangku kepentingan.
"Keberhasilan serapan mencapai 3 juta ton ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama mewujudkan swasembada pangan nasional," tutup Ahmad Rizal.