PALANGKA RAYA — Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, Dr. H.M. Wahyudie F. Dirun, menegaskan bahwa seluruh program kerja dari masing-masing bidang akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan per triwulan dan semester agar pelaksanaan program dapat terukur.
“Kita ingin mengetahui sejauh mana program-program yang sudah dijalankan oleh masing-masing bidang, sehingga evaluasi dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Wahyudie yang juga menjabat Ketua Pembina PWI Kalimantan Tengah.
Pembagian Tugas untuk 13 Kabupaten dan Kota
Dalam rapat yang berlangsung di Kantor Sekretariat PWNU Kalteng, Jalan G. Obos Induk, para wakil ketua ditetapkan sebagai Koordinator Wilayah Nahdlatul Ulama di 13 kabupaten dan kota se-Kalteng. Pembagian ini memastikan seluruh pengurus memiliki tanggung jawab yang setara dalam menjalankan organisasi.
“Jadi bukan hanya ketua dan sekretaris yang bekerja, tetapi seluruh pengurus memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan organisasi,” tegas Wahyudie.
Prinsip Kolektif dalam Kepemimpinan NU
Wahyudie menambahkan, kepemimpinan di Nahdlatul Ulama mengedepankan prinsip kolektif dan kebersamaan. Ia menekankan bahwa dalam organisasi besar seperti NU, kepemimpinan bersifat kolektif, bukan perseorangan.
“Semua pengurus bertanggung jawab terhadap jalannya organisasi,” imbuhnya.
Rencana Gedung Baru Tiga Lantai Dukungan Pemprov Kalteng
Selain agenda organisasi, rapat juga menyinggung rencana pembangunan gedung baru PWNU Kalteng. Gedung tiga lantai ini direncanakan berlokasi di belakang kantor sekretariat PWNU di Jalan G. Obos Induk, Palangka Raya.
Proses pengurusan dana pembangunan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Wahyudie menyebut pembangunan mendapat dukungan dari Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo.
“Kami memohon doa seluruh pengurus, para sahabat dan warga nahdliyin agar rencana pembangunan kantor baru PWNU Kalteng ini dapat berjalan lancar,” tutup Wahyudie.