KOTABESI — Rest area yang terletak di Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur, ini tidak sekadar tempat beristirahat. Pemerintah daerah mengelola kawasan tersebut sebagai etalase bagi aneka makanan khas dan kerajinan dari masyarakat setempat.
Lokasinya yang strategis di jalan poros Sampit-Palangka Raya membuat tempat ini kerap disinggahi pengendara roda dua maupun empat. Selain menyediakan ruang parkir yang luas, pengelola juga menyulap area tersebut menjadi pusat edukasi budaya lokal.
Produk Lokal dan Kuliner Khas Jadi Andalan
Puluhan stan UMKM telah disiapkan untuk memamerkan ragam produk unggulan. Mulai dari amplang, ikan asin, kopi khas Kalteng, hingga kain tenun khas Dayak tersedia di sana.
Pengunjung juga bisa mencicipi kuliner tradisional seperti juhu singkah (sayur batang pisang) dan wadi (ikan fermentasi) yang jarang ditemukan di rest area biasa. "Kami ingin pengendara tidak sekadar istirahat, tapi juga mengenal kekayaan budaya dan kuliner Kalteng," ujar salah satu pengelola kepada wartawan.
Mengapa Rest Area Ini Berbeda?
Tidak seperti kebanyakan tempat istirahat di jalan raya yang hanya menjual makanan instan, Rest Area Kotabesi mengedepankan nilai edukasi. Di sudut-sudut area, tersedia papan informasi tentang sejarah dan filosofi kuliner serta kerajinan Dayak.
Pemerintah setempat berharap keberadaan rest area ini bisa mendongkrak perekonomian para pelaku UMKM di Kotawaringin Timur. Selain itu, tempat ini juga menjadi ikon baru di jalur lintas provinsi yang kerap padat oleh kendaraan logistik dan wisatawan.
Akses dan Fasilitas Pendukung
Rest area ini dapat diakses dari kedua arah, baik dari Sampit maupun Palangka Raya. Fasilitas yang tersedia meliputi toilet bersih, musala, dan area bermain anak.
Ke depannya, pengelola berencana menambah spot foto bertema budaya dan panggung pertunjukan seni pada akhir pekan. Langkah ini diambil untuk menarik lebih banyak kunjungan, terutama dari kalangan keluarga dan komunitas otomotif.