Pencarian

Holding Asuransi BUMN Rampung 2026, IFG Resmi Jadi Induk Tunggal

Jumat, 19 Juni 2026 • 20:41:01 WIB
Holding Asuransi BUMN Rampung 2026, IFG Resmi Jadi Induk Tunggal
IFG resmi menjadi induk tunggal holding asuransi BUMN dengan target rampung pada 2026.

KALIMANTAN TENGAHProyek besar penggabungan (merger) perusahaan asuransi BUMN memasuki babak final. BP BUMN dan Danantara menargetkan seluruh proses integrasi entitas di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG) tuntas pada tahun 2026.

"BP BUMN dan Danantara menargetkan proses merger perusahaan asuransi BUMN di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG) tuntas pada tahun 2026," kata Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (18/6/2026).

Rapat Khusus di Balik Target 2026

Untuk memastikan tenggat waktu tersebut tidak meleset, Dony Oskaria menggelar pertemuan khusus dengan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, pada Rabu (17/6/2026). Pertemuan itu membahas peta jalan konsolidasi dan langkah-langkah teknis yang harus dipercepat.

Proses integrasi ini dirancang secara matang agar tidak sekadar menggabungkan entitas, tetapi juga menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien. Danantara, sebagai superholding BUMN, secara aktif mengawal setiap tahapan konsolidasi.

Mengapa Holding Asuransi BUMN Mendesak?

Selama ini, sejumlah perusahaan asuransi pelat merah beroperasi secara terpisah dengan modal dan pangsa pasar yang terbatas. Kondisi itu membuat mereka rentan terhadap tekanan ekonomi global dan ketatnya persaingan industri.

Dengan adanya induk tunggal IFG, diharapkan terjadi efisiensi operasional, penguatan permodalan, dan sinergi produk. Langkah ini juga menjadi komitmen bersama untuk merestrukturisasi industri keuangan negara agar lebih solid dan memiliki daya tahan yang kokoh.

Meski nama-nama perusahaan asuransi yang akan bergabung belum diumumkan secara detail, holding ini dipastikan akan mencakup entitas-entitas besar seperti PT Asuransi Jiwasraya, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan beberapa anak usaha di sektor asuransi milik BUMN lainnya.

Dampak bagi Nasabah dan Industri

Konsolidasi ini diyakini bakal berdampak langsung pada nasabah. Dengan modal yang lebih besar dan manajemen risiko yang terpusat, produk asuransi BUMN diharapkan lebih kompetitif dan pembayaran klaim lebih terjamin. Bagi industri, langkah ini menciptakan pemain raksasa yang mampu bersaing dengan perusahaan asuransi swasta maupun asing.

Ke depannya, IFG akan menjadi satu-satunya induk usaha asuransi BUMN, mengonsolidasikan seluruh lini bisnis mulai dari asuransi umum, jiwa, hingga reasuransi. Target 2026 menjadi patokan final bagi rampungnya proyek restrukturisasi yang telah direncanakan sejak beberapa tahun terakhir.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks