Pencarian

Kemenkes Buka Beasiswa SEHAT 2026 untuk Mahasiswi Poltekkes, Bantuan Pendidikan Rp 10 Juta per Semester

Senin, 01 Juni 2026 • 16:37:01 WIB
Kemenkes Buka Beasiswa SEHAT 2026 untuk Mahasiswi Poltekkes, Bantuan Pendidikan Rp 10 Juta per Semester
Kemenkes dan Yayasan Khouw Kalbe membuka Beasiswa SEHAT 2026 bagi mahasiswi Poltekkes di seluruh Indonesia.

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Yayasan Khouw Kalbe membuka pendaftaran program Beasiswa SEHAT 2026 atau Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan. Program ini menyasar mahasiswi aktif di seluruh Poltekkes Kemenkes di Indonesia, sebagai bagian dari upaya transformasi sumber daya manusia kesehatan untuk memperkuat layanan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Bantuan Finansial hingga Pelatihan Mentoring

Penerima beasiswa tidak hanya mendapat bantuan finansial. Mereka juga akan mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas dan mentoring, serta masuk ke dalam ekosistem pembelajaran Yayasan Khouw Kalbe. Jejaring yang diperoleh mencakup skala nasional hingga internasional.

Khusus mahasiswi jenjang diploma, tersedia bantuan biaya penelitian maksimal Rp 3 juta yang diberikan satu kali pada tahun akhir masa studi. Sementara penerima jenjang profesi memperoleh dana penunjang kapasitas sebesar Rp 1,2 juta per semester dan berkesempatan menjadi mentor serta menginisiasi proyek sosial.

Jurusan dan Syarat Pendaftaran

Beasiswa ini terbuka untuk sejumlah program studi kesehatan di Poltekkes, antara lain Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan Dietetika, Farmasi, Sanitasi Lingkungan, Teknik Laboratorium Medik, Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan, Fisioterapi, serta Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi. Masing-masing tersedia untuk jenjang diploma, profesi, atau keduanya.

Pendaftar wajib WNI perempuan dan belum menikah. Untuk jenjang diploma D3/D4, usia minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun, sedangkan jenjang profesi maksimal 27 tahun. Mahasiswi harus berstatus aktif di Poltekkes Kemenkes dengan ketentuan semester tertentu: D3/D4 di semester 1, D4 lanjutan di semester 3, dan profesi di semester 1.

Esai Tulis Tangan dan Video 60 Detik Jadi Syarat Unik

Salah satu persyaratan yang membedakan program ini adalah esai refleksi diri yang ditulis tangan sebanyak 250-450 kata. Hasil scan esai tersebut harus diunggah saat pendaftaran. Khusus jenjang profesi, peserta wajib mengunggah video berdurasi 60 detik di Instagram atau TikTok yang menjelaskan alasan pengabdian di wilayah DTPK.

Persyaratan akademik juga cukup ketat. Pendaftar diploma semester 1 harus memiliki nilai rapor SLTA minimal 80 per semester. Sementara pendaftar D4 semester 3 wajib memiliki IPK minimal 3,30 dan jenjang profesi minimal 3,75. Peserta juga harus aktif dalam kegiatan organisasi atau kemasyarakatan dan bersedia menjadi YKK Ambassador.

Jadwal Seleksi: Pendaftaran hingga Pengumuman Akhir

Proses seleksi berlangsung dalam beberapa tahap. Setelah pendaftaran ditutup pada 30 Juni, seleksi administrasi berlangsung 1-27 Juli, dengan pengumuman hasil pada 28 Juli. Peserta yang lolos akan mengikuti tes penulisan esai online pada 1 Agustus, dilanjutkan tes wawancara online pada 21 Agustus hingga 14 September. Pengumuman akhir dijadwalkan pada 16 September, disusul registrasi ulang dan orientasi pada September-Oktober 2026.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi SIBK Kemenkes. Calon pendaftar juga bisa mengikuti sosialisasi online yang akan digelar pada 2-5 Juni 2026 untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks