PALANGKA RAYA — Empat misi utama diusung Prof Bhayu untuk mewujudkan visi tersebut. Pertama, penguatan pendidikan berbasis Outcome-Based Education dan karakter. Kedua, peningkatan kualitas riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ketiga, optimalisasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Keempat, reformasi tata kelola kampus yang transparan dan modern.
Delapan Program Prioritas untuk Transformasi UPR
Dari keempat misi itu, Prof Bhayu menjabarkan delapan program prioritas. Program tersebut mencakup digitalisasi tata kelola universitas, peningkatan mutu akademik dan akreditasi, serta pembangunan infrastruktur kampus. Tak ketinggalan, pengembangan smart campus, penguatan riset berbasis potensi daerah, peningkatan kompetensi mahasiswa, perluasan kemitraan internasional, dan penguatan layanan kampus yang inklusif.
"Transformasi UPR harus dibangun melalui pendidikan yang berkualitas, penguatan riset dan inovasi, serta tata kelola universitas yang modern, transparan, dan berintegritas," ujar Prof Bhayu dalam paparannya.
Bekal Akademik dan Pengalaman Kepemimpinan
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR periode 2023–2027 itu juga membeberkan latar belakang akademiknya. Ia merupakan penerima beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI. Selain menjabat dekan, ia aktif di berbagai organisasi dan lembaga profesi bidang pendidikan serta akreditasi.
Menurut Prof Bhayu, tantangan yang dihadapi UPR saat ini cukup kompleks. Mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, anggaran, hingga sumber daya manusia. Semua itu, kata dia, harus dijawab dengan kolaborasi, inovasi, dan tata kelola berbasis kinerja.
Target: Pusat Riset Solusi Pembangunan Kalteng
Seluruh program dirancang tidak hanya untuk meningkatkan reputasi institusi. Prof Bhayu menargetkan UPR mampu melahirkan lulusan adaptif dan berdaya saing. Kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi perhatian.
"Target kami bukan hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga melahirkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing, memperkuat kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, serta menjadikan UPR sebagai pusat riset yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Tengah dan Indonesia," demikian Bhayu.
Ia menilai UPR memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset. Potensi itu bisa dimaksimalkan melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan jejaring kerja sama. Dengan begitu, UPR bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.