Pencarian

49 SMK di Indonesia Siapkan Lulusan Global Lewat Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1), Belajar Bahasa dan Hukum Migran Setahun Tambahan

Jumat, 22 Mei 2026 • 07:55:05 WIB
49 SMK di Indonesia Siapkan Lulusan Global Lewat Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1), Belajar Bahasa dan Hukum Migran Setahun Tambahan
Peluncuran program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) di Surabaya sebagai persiapan lulusan bekerja di luar negeri.

SURABAYA — Peluang kerja di luar negeri bagi lulusan SMK kian terbuka lebar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) di Surabaya, Rabu (20/5). Program ini merupakan respons terhadap meningkatnya mobilitas pasar tenaga kerja global yang menuntut adaptasi cepat dari dunia pendidikan vokasi.

Apa yang Membedakan Program SMK 3+1 dari Kurikulum Biasa?

Program ini memberikan tambahan satu tahun masa belajar setelah tiga tahun mengikuti kurikulum nasional. Selama setahun tambahan itu, murid tidak lagi belajar teori kejuruan, melainkan fokus pada penguasaan bahasa asing, budaya kerja, dan hukum di negara tujuan. Mereka juga dibekali pemahaman tentang hak dan perlindungan tenaga migran Indonesia.

“Bekerja di luar negeri tentu tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar hidup mandiri dan menjadi duta serta membawa nama baik bangsa,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa tambahan satu tahun belajar ini membuat murid benar-benar siap secara mental dan hukum.

Mengapa Program Ini Diluncurkan di Jawa Timur?

Peluncuran program dilakukan bersamaan dengan pelepasan 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang akan bekerja di luar negeri. Jawa Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran karena provinsi ini menjadi salah satu kantong terbesar pengirim tenaga kerja migran Indonesia. Gubernur Khofifah Indar Parawansa turut hadir mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut program ini sebagai upaya memenuhi hak konstitusi warga negara untuk mendapat kehidupan yang layak. “Program ini sekaligus menjadi upaya untuk memenuhi hak konstitusi, di mana setiap warga negara berhak mendapat kehidupan yang layak bagi kemanusiaan,” katanya.

Sudah Diterapkan di 49 SMK, Bagaimana Respons Sekolah?

Saat ini, program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) sudah berjalan di 49 SMK di seluruh Indonesia. Setiap sekolah diharapkan mampu mengintegrasikan dimensi kebekerjaan luar negeri ke dalam kurikulum satuan pendidikan masing-masing.

Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang, Kusdarmadi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, persiapan selama tiga tahun di sekolah masih sangat kurang untuk bekerja di luar negeri. “Murid perlu tambahan waktu untuk persiapan bekerja di luar negeri, terutama tambahan dari aspek bahasa, adaptasi negara tujuan, dan tentu saja mental,” ujarnya.

Apa Dampak Jangka Panjang bagi Lulusan SMK?

Dirjen Tatang menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai jembatan kebekerjaan internasional yang sejalan dengan arah kebijakan pendidikan vokasi. Ia mendorong link and match dengan industri serta memperluas akses peluang kerja, termasuk di luar negeri. “Kerja sama inilah yang akan menjadi wajah masa depan pendidikan vokasi Indonesia,” katanya.

Dengan adanya program ini, lulusan SMK diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja kasar, tetapi juga tenaga terampil yang produktif, berdaya saing global, dan mampu meningkatkan reputasi tenaga kerja Indonesia di dunia internasional.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1)

Apakah program ini gratis atau berbayar?
Bahan berita tidak menyebutkan secara spesifik skema pembiayaan. Namun, program ini merupakan inisiatif pemerintah yang digulirkan melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen.

Ke negara mana saja lulusan program ini bisa bekerja?
Belum disebutkan daftar negara tujuan secara resmi. Namun, persiapan yang diberikan mencakup bahasa dan budaya kerja negara tujuan, yang artinya program ini disesuaikan dengan permintaan pasar tenaga kerja global.

Bagikan
Sumber: kemendikdasmen.go.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks