KUALA KAPUAS — Tudingan bahwa petani di Kecamatan Pulau Hanaut dan sekitarnya sengaja dipersulit saat membeli solar bersubsidi di SPBU Samuda langsung dibantah tegas oleh pihak manajemen. Klarifikasi ini disampaikan setelah beredar informasi yang menyebutkan adanya kendala administratif yang dialami kelompok tani saat mengisi bahan bakar untuk mesin pertanian.
Kesalahpahaman di Lapangan Jadi Pemicu
Manajemen SPBU Samuda mengakui sempat terjadi situasi yang membuat petani merasa kesulitan. Namun, hal itu disebut bukan karena unsur kesengajaan atau upaya mempersulit.
“Kami tidak pernah mempersulit petani. Semua prosedur pembelian solar subsidi sudah kami sosialisasikan. Mungkin ada miskomunikasi saat proses verifikasi data di lapangan,” ujar perwakilan manajemen SPBU Samuda dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).
Aturan Pembelian Solar Subsidi yang Harus Dipatuhi
Pihak SPBU menegaskan bahwa setiap pembelian solar bersubsidi wajib mengikuti regulasi yang berlaku, termasuk bagi kelompok tani. Petani diminta melengkapi dokumen seperti KTP dan surat rekomendasi dari dinas terkait.
Ketentuan ini bukanlah kebijakan internal SPBU, melainkan aturan dari pemerintah pusat yang harus dijalankan. Tujuannya agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Solusi yang Ditawarkan untuk Kelompok Tani
Manajemen SPBU Samuda berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan. Salah satu langkah yang ditawarkan adalah pendampingan langsung bagi kelompok tani yang belum paham prosedur administrasi.
“Kami siap membantu petani yang kesulitan mengurus persyaratan. Silakan datang langsung ke kantor SPBU atau menghubungi kami. Jangan sungkan,” tambah perwakilan manajemen.
Pihak SPBU juga membuka ruang dialog dengan perangkat desa dan kelompok tani agar kejadian serupa tidak terulang. Sosialisasi ulang mengenai tata cara pembelian solar bersubsidi akan digencarkan dalam waktu dekat.
Apa yang Perlu Dilakukan Petani agar Tidak Kesulitan?
Kelompok tani diimbau untuk selalu membawa fotokopi KTP dan surat rekomendasi dari Dinas Pertanian setempat setiap kali akan membeli solar bersubsidi. Pastikan juga data kendaraan dan keperluan pertanian tercatat dengan benar di sistem SPBU.
Jika ada kendala, petani bisa langsung berkoordinasi dengan pihak SPBU atau perangkat desa untuk mendapatkan solusi cepat. Jangan ragu untuk bertanya agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi di kemudian hari.