KALIMANTAN TENGAH — Pandemi COVID-19 memaksa banyak ibu menjalani persalinan tanpa didampingi suami di ruang bersalin. Tasya Farasya termasuk yang mengalaminya. Dari pengalaman itu, ia belajar menyusui hingga dua tahun penuh dan menyaksikan anaknya mulai berbicara di usia dua tahun.
Persalinan tanpa pendamping jadi kenyataan pahit yang dijalani banyak ibu di Indonesia saat rumah sakit membatasi kunjungan. Tasya Farasya mengalaminya langsung ketika melahirkan di tengah pandemi COVID-19. Ia harus melewati proses persalinan sendirian tanpa kehadiran suami di sisinya.
Meski begitu, Tasya menyimpan kenangan manis dari masa-masa setelahnya. Ia berhasil menyusui anaknya secara penuh selama dua tahun. "Habis itu aku bisa menyusui dua tahun full," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Momen Anak Mulai Berbicara di Usia Dua Tahun
Bagi Tasya, salah satu momen paling berkesan adalah saat anaknya mulai mengucapkan kata-kata pertama. Sekitar usia dua tahun, anaknya mulai memanggil kedua orangtuanya.
Ia mengenang betapa lucunya anaknya saat mulai berkomunikasi. "Dia bisa 'Mama, Papa,' oek-oek gitu, kan. Kayak, 'Eh, diam dong, lucu banget sih,' gitu, kan," tuturnya.
Perkembangan bicara di usia dua tahun memang jadi tonggak penting. Anak biasanya sudah bisa menggabungkan dua kata dan mulai aktif menyapa orang terdekat.
Cerita Marini Putri Habibie Usai Caesar
Pengalaman berbeda dialami Marini Putri Habibie. Cucu BJ Habibie ini menjalani persalinan caesar dan menghadapi tantangan tersendiri setelahnya.
"Aku dulu anemia berat dan ironisnya, walau aku semok sekali, susunya sama sekali enggak keluar. Wah, it was very hard," ungkapnya.
Putri mengaku pandangannya soal rasa takut berubah setelah melewati proses caesar. "Pokoknya, setelah membayangkan proses lahiran caesar, aku merasa sekarang sudah enggak takut lagi. Aku cuma takut sama Allah, sisanya terserah," ujarnya.
Indira Kalistha dan Rasa Bersalah Ibu Baru
Beauty vlogger Indira Kalistha mengaku sempat kebingungan menentukan pola pengasuhan anak pertama. Ia banyak mencari informasi lewat internet untuk memastikan keputusannya benar.
"Kalau anak pertama, pasti banyak bingungnya. Aku juga banyak googling dan bertanya-tanya, ini benar atau tidak, salah atau tidak. Sebagai ibu dan orangtua, kita juga sering merasa bersalah," tutur Indira.
Pengalaman itu membuatnya lebih santai saat membesarkan anak kedua. "Anak pertama oke, hati-hati banget, ya harus bersih," jelasnya.
Perayaan 21 Tahun Mothercare di Indonesia
Kisah Tasya, Putri, dan Indira jadi bagian dari acara Mothercare Museum of Moments. Acara ini digelar 15–18 Oktober 2026 di Grand Indonesia, Jakarta, sekaligus menandai 21 tahun Mothercare di Indonesia.
Melalui tema "Museum of Moments," Mothercare mengajak keluarga mengenang perjalanan pengasuhan anak hingga usia delapan tahun. Pengunjung bisa ikut Patch Your Moments untuk mempersonalisasi pakaian anak, Memory Makers di area photobooth, dan beristirahat di Mothercare Café.
Senior Vice President PT Multi Adira Dinamika, Lina Paulina, menyebut perjalanan 21 tahun itu sebagai bentuk pendampingan menyeluruh. "Selama 21 tahun hadir di Indonesia, Mothercare telah mendampingi orangtua sejak menantikan kelahiran si kecil, menyambut kehadirannya di dunia, hingga mengikuti berbagai milestone tumbuh kembangnya sampai usia delapan tahun," ujar Lina.
Yang Bisa Ibu Pelajari dari Cerita Mereka
Setiap ibu punya jalan berbeda dalam menjalani persalinan dan merawat anak. Ada yang harus melahirkan tanpa pendamping, ada yang berjuang dengan ASI, ada pula yang bergulat dengan rasa bersalah di tahun-tahun awal.
Yang penting, jangan ragu mencari bantuan saat merasa kewalahan. Cerita Tasya, Putri, dan Indira menunjukkan bahwa pengalaman sulit itu wajar dan bisa dilewati.