Pencarian

Pemkab Gunung Mas Ajukan Bantuan 100 Sumur Bor dan 12 Mobil Damkar ke Pemerintah Pusat

Selasa, 20 Oktober 2026 • 05:18:32 WIB
Pemkab Gunung Mas Ajukan Bantuan 100 Sumur Bor dan 12 Mobil Damkar ke Pemerintah Pusat
Bupati Gunung Mas Jaya S Monong menyampaikan usulan bantuan 100 sumur bor dan 12 mobil damkar kepada pemerintah pusat.

KUALA KURUN — Bupati Gunung Mas Jaya S Monong menyatakan sumur bor yang diusulkan bukan sekadar infrastruktur darurat karhutla. Menurutnya, sumur bor dirancang punya manfaat jangka panjang sebagai sumber air bersih bagi masyarakat sepanjang tahun, sekaligus untuk pengisian mobil pemadam kebakaran jika diperlukan.

Permohonan bantuan disalurkan lewat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelum diteruskan ke pemerintah pusat. Selain 100 sumur bor, Pemkab Gunung Mas meminta pengadaan 12 unit mobil pemadam kebakaran untuk memperkuat armada di lapangan.

Titik Panas Menurun, Kabut Asap Masih Tebal

Jumlah titik panas di Gunung Mas kini menurun signifikan. Penurunan itu turut dibantu hujan lebat yang turun sekitar tiga kali dengan durasi lebih dari satu jam, sehingga hampir seluruh titik api padam.

Meski demikian, kabut asap di sejumlah wilayah masih cukup tebal dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemkab Gunung Mas memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla dan terus meningkatkan kesiapsiagaan.

Penanganan dilakukan secara maksimal bersama Forkopimda, instansi terkait, dan masyarakat. Perpanjangan status darurat memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menggerakkan sumber daya lintas instansi selama kabut asap belum sepenuhnya hilang.

34 Kendaraan Dinas Dimodifikasi Jadi Armada Pemadam

Di tengah keterbatasan jumlah armada pemadam kebakaran, Pemkab Gunung Mas memodifikasi kendaraan dinas. Sebanyak 34 unit kendaraan milik perangkat daerah telah dilengkapi tandon air dan mesin pompa portabel untuk mendukung operasional pemadaman karhutla di lapangan.

"Armada modifikasi ini terbukti sangat membantu operasional pemadaman di lapangan," kata Jaya S Monong.

Langkah modifikasi menjadi solusi sementara sambil menunggu realisasi pengadaan mobil damkar yang diusulkan ke pemerintah pusat. Kendaraan yang dilengkapi tandon dan pompa portabel dikerahkan mengikuti titik api yang muncul di wilayah kabupaten.

Pembinaan Adat Dibahas untuk Cegah Karhutla

Pemkab Gunung Mas membuka peluang mendiskusikan penerapan metode baru, termasuk pembinaan adat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah karhutla. Pendekatan ini dinilai relevan dengan karakter masyarakat setempat yang masih kuat memegang nilai adat.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan, tidak membakar lahan secara sembarangan, serta segera melapor jika menemukan titik api.

"Sinergi dan kepedulian semua pihak dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla, melindungi kesehatan masyarakat, dan mencegah meluasnya dampak kabut asap di wilayah Gumas," demikian Jaya.

Dengan status tanggap darurat yang diperpanjang, Pemkab Gunung Mas menempatkan penanganan kabut asap sebagai prioritas sembari menunggu keputusan pemerintah pusat atas usulan sumur bor dan mobil damkar.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks