PALANGKA RAYA — Sirajul Rahman menyampaikan pandangan tersebut dengan menempatkan keluarga sebagai lini pertama perlindungan anak. Orang tua, katanya, memegang peran utama dalam memberikan kasih sayang, pengawasan, dan pendidikan yang baik bagi anak.
Hubungan yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai membantu anak merasa aman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. "Seperti kita lihat hubungan yang terbuka antara orang tua dan anak juga dapat membantu anak merasa aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi," jelas Sirajul.
Sekolah Diminta Bebas Perundungan
Legislator Kalteng itu menyoroti lingkungan sekolah sebagai tempat yang wajib aman dan nyaman bagi peserta didik. Sekolah perlu menjadi ruang belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun hubungan sosial yang sehat tanpa perundungan.
Perlindungan anak juga dikaitkan dengan pemenuhan hak atas pendidikan dan kesehatan. Anak-anak perlu memperoleh akses pendidikan layak, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan dasar yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.
Pengawasan Internet dan Media Sosial Jadi Catatan
Perkembangan teknologi membuat pengawasan penggunaan internet dan media sosial ikut menjadi perhatian. Anak perlu dibekali pemahaman keamanan digital agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan terhindar dari risiko yang membahayakan diri mereka.
"Walaupun ada di tengah perkembangan teknologi, pengawasan terhadap penggunaan internet dan media sosial juga perlu mendapat perhatian. Anak-anak perlu dibekali pemahaman mengenai keamanan digital agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan terhindar dari risiko yang dapat membahayakan diri mereka," imbuh Sirajul.
Masyarakat dan Pemda Diminta Ambil Bagian
Kepedulian warga sekitar dinilai penting untuk menciptakan ruang aman bagi anak. Bentuknya bisa berupa pencegahan kekerasan, menghindari perlakuan diskriminatif, serta memberi perhatian ketika anak membutuhkan bantuan.
Pemerintah daerah, lanjut Sirajul, bertanggung jawab mendukung perlindungan anak melalui kebijakan dan program yang sesuai kebutuhan. Koordinasi dengan lembaga pendidikan, layanan kesehatan, dan instansi terkait diperlukan agar upaya perlindungan berjalan terarah.
Pencegahan kekerasan terhadap anak harus dilakukan berkelanjutan. Edukasi kepada orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat dinilai dapat meningkatkan pemahaman mengenai hak anak serta langkah tepat ketika menemukan dugaan pelanggaran.
Anak Rentan dan Pengembangan Bakat
Perhatian khusus diminta diberikan kepada anak-anak dalam kondisi rentan agar tetap mendapatkan hak dan perlindungan yang layak. Pendampingan yang tepat membantu memastikan setiap anak memperoleh kesempatan adil untuk tumbuh dan berkembang.
Selain perlindungan, anak perlu diberi kesempatan mengembangkan bakat, minat, dan potensi. "Maka dari itu adanya perlindungan, anak juga perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki. Dukungan dari keluarga dan lingkungan dapat membantu membangun rasa percaya diri serta mendorong anak menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab," tegasnya.
Sirajul menutup dengan menekankan kerja sama berkesinambungan antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat. "Agar diberikan Penguatan perlindungan anak membutuhkan kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah. keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan komitmen bersama, berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak dapat dilaksanakan secara lebih optimal," pesannya.
Melalui perlindungan yang semakin kuat, generasi muda Kalimantan Tengah diharapkan tumbuh sehat, berpendidikan, berkarakter, dan berkualitas. Upaya itu menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan daerah sekaligus memastikan hak setiap anak dihormati dan dipenuhi.