SAMPIT — Gerimis hingga hujan ringan melanda beberapa titik di Sampit pada Senin siang, antara lain Jalan HM Arsyad, kawasan Metro TV, dan Perumahan Sinar Fajar di Jalan Ir Soekarno. Durasi hujan tergolong singkat, bahkan di Jalan HM Arsyad hanya berlangsung sekitar lima menit, namun tetap disambut gembira warga yang tengah dilanda musim kemarau.
Mulyono Leo Nardo menjelaskan, potensi hujan di wilayah Kotawaringin Timur pada hari itu sebenarnya sudah terdeteksi dalam prakiraan cuaca. "Itu secara alami karena ada gangguan cuaca, makanya masih ada potensi di daerah konvektif, tetapi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu besar," ujarnya di Sampit.
Bukan Hasil Semai Awan, Ini Kata BMKG
Mulyono menegaskan, hingga Senin siang belum ada laporan penyemaian hujan atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kotawaringin Timur. Berdasarkan jadwal, OMC di Kalimantan Tengah pada hari itu justru dilaksanakan di Kabupaten Kapuas dan Barito Utara.
Adapun penyemaian awan dengan menabur garam di langit Kotawaringin Timur dan Seruyan baru dilakukan pada Minggu (6/9) kemarin. Meski ada kemungkinan hujan ringan hari ini merupakan sisa hasil penyemaian kemarin, Mulyono lebih yakin hujan tersebut terjadi secara alami. "Ya karena gangguan cuaca. Musim kemarau itu belum tentu kemarau terus, pasti ada hujannya," tuturnya.
Potensi Hujan Masih Ada Hingga 8 September
Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan di wilayah Kotawaringin Timur sebenarnya masih terbuka hingga 8 September. Namun, peluangnya disebut mulai berkurang setelah hari ini. "Besok pun masih ada. Tanggal 7 dan 8 September masih ada potensi. Tapi yang hari ini itu memang besar potensinya, kalau besok mulai berkurang," sebut Mulyono.
Meski begitu, pihaknya mengingatkan agar hujan ringan ini tidak membuat masyarakat lengah. Curah hujan yang rendah dan sebarannya yang belum merata dinilai belum mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih marak terjadi di wilayah tersebut.
Dampak ke Karhutla Masih Minim, Puncak Kemarau di September
"Dengan hujan yang ada saat ini sepertinya belum mampu menurunkan potensi karhutla. Kecuali hujannya deras banget, baru bisa menurunkan potensi karhutla," tegas Mulyono.
Kotawaringin Timur saat ini masih berada pada puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi sepanjang September. Memasuki Oktober, wilayah ini baru diprediksi mulai memasuki musim hujan. Karena potensi karhutla masih cukup tinggi, Mulyono berharap OMC yang berlangsung hingga 14 September bisa membuahkan hasil signifikan.
Menjelang hujan turun, pihaknya telah melaporkan keberadaan awan hujan kepada tim OMC sekitar pukul 11.00-12.00 WIB. "Mudah-mudahan bisa disemai ke sini karena awan hujannya ada, makanya mungkin itu yang turun hujan sebentar tadi," demikian Mulyono.