Pencarian

Prakiraan Cuaca Kalteng 30 Agustus 2026: BMKG Ingatkan Risiko Karhutla dan Gelombang 2 Meter di Perairan Selatan

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:11:31 WIB
Prakiraan Cuaca Kalteng 30 Agustus 2026: BMKG Ingatkan Risiko Karhutla dan Gelombang 2 Meter di Perairan Selatan
Warga melintasi area lahan kering yang rawan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026).

PALANGKA RAYA — Meski tidak ada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, BMKG Kalimantan Tengah meminta masyarakat mewaspadai kondisi cuaca kering yang memicu kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Peringatan ini tercantum dalam prospek cuaca mingguan untuk periode 29 Agustus hingga 4 September 2026 yang diperbarui pada Sabtu (29/8/2026).

Kondisi atmosfer yang minim awan hujan membuat wilayah Kalteng rentan terhadap munculnya titik api, terutama di area gambut dan lahan kering. BMKG menegaskan bahwa risiko karhutla menjadi perhatian utama dalam sepekan ke depan.

Gelombang Laut Capai 2 Meter di Perairan Selatan

Selain ancaman karhutla, BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut di perairan selatan Kalimantan Tengah. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 2 meter, atau masuk dalam kategori rendah hingga sedang.

Potensi gelombang dengan kisaran 1 hingga 2 meter menjadi perhatian ekstra bagi nelayan dan operator kapal barang yang melintasi jalur tersebut. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan kecil serta mobilitas nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran di bawah 10 GT.

Puncak Musim Kemarau Memperluas Daerah Kering

Secara nasional, BMKG mencatat kondisi kering semakin meluas seiring puncak musim kemarau yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Agustus 2026. Fenomena ini tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan, tetapi juga berpotensi memicu kekeringan di sejumlah daerah.

BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk terus memperbarui informasi cuaca dari kanal resmi karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu. Pemantauan berkala terhadap titik panas dan kelembapan tanah menjadi langkah antisipasi yang disarankan untuk mencegah meluasnya karhutla.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltengpos.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks