KUALA PEMBUANG — Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, meminta warga berhati-hati terhadap potensi kebakaran yang meningkat seiring datangnya musim kemarau. Permintaan itu disampaikan saat dirinya meninjau langsung pendistribusian air bersih di kawasan Transmigrasi Unit 2, Desa Bangun Harja, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Rabu (2/9/2026).
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Seruyan itu menegaskan bahwa kondisi angin kencang dan cuaca kering membuat api berpotensi merambat dengan cepat, baik di lingkungan rumah maupun area lahan terbuka.
Hati-Hati dengan Api di Rumah dan Lahan
Ahmad Selanorwanda menjelaskan, sumber kebakaran kerap kali berasal dari kelalaian sederhana di sekitar tempat tinggal. Ia mencontohkan aktivitas membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan yang bisa memicu kebakaran ketika angin bertiup kencang.
"Di musim kemarau ini, saya ingin mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati. Yang pertama di lingkungan rumah masing-masing, karena kondisi api dan angin di musim kemarau ini bisa berakibat terjadinya kebakaran. Tentu ini sesuatu yang tidak kita inginkan," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu.
Selain permukiman, perhatian khusus juga ditujukan pada kawasan hutan dan lahan. Bupati meminta seluruh elemen masyarakat ikut aktif menjaga lingkungan sekitar agar tidak ada titik api yang muncul. Menurutnya, pencegahan sejak dini jauh lebih efektif ketimbang penanganan saat api sudah membesar.
"Kemudian saya imbau juga kepada masyarakat agar menjaga lahan, hutan, dan lingkungan sekitarnya agar tidak terjadi kebakaran," tegasnya.
Skala Bantuan Air Bersih Akan Diperbesar
Pemkab Seruyan tidak hanya berhenti pada imbauan. Penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan dipastikan menjadi prioritas utama yang terus berjalan.
Bupati mengakui bahwa kebutuhan air bersih mulai meningkat di sejumlah titik, khususnya di wilayah yang mengandalkan pasokan dari sumur dangkal atau aliran sungai kecil yang debitnya menyusut. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah memperluas jangkauan distribusi.
"Untuk bantuan air bersih tentu skalanya akan kita tingkatkan dan kita perluas, sehingga masyarakat yang memang membutuhkan bisa mendapatkan bantuan air bersih tersebut dengan melibatkan berbagai pihak tentunya," pungkas Ahmad Selanorwanda.
Langkah ini dilakukan agar tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama puncak kemarau berlangsung. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan instansi terkait, guna memastikan distribusi tepat sasaran.