KALIMANTAN TENGAH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca yang menyebut 11 provinsi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hari ini. Status ini menandakan wilayah terdampak perlu mewaspadai kemungkinan genangan air, luapan sungai, hingga pergerakan tanah di area rawan longsor.
Daerah yang masuk daftar waspada membentang dari ujung barat hingga timur Indonesia. Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan menjadi wilayah di Pulau Sumatra yang harus siaga. Adapun di wilayah timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan juga diprediksi mengalami kondisi serupa.
Fenomena Atmosfer di Balik Hujan Lokal
Meski secara umum periode Agustus III hingga September II 2026 diprakirakan curah hujan berada pada kategori rendah hingga menengah (0-150 mm per dasarian), BMKG mencatat tetap ada peluang pertumbuhan awan hujan secara sporadis. Pemicunya adalah sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik Utara dan pembentukan daerah konvergensi atau konfluensi.
Fenomena MJO terpantau aktif pada 28-29 Agustus 2026 di sejumlah titik, mencakup pesisir utara Aceh, Selat Malaka bagian utara, Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta Papua Selatan. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuator juga diperkirakan aktif di pesisir timur Papua Selatan.
Wilayah Berpotensi Angin Kencang
BMKG juga mengeluarkan peringatan terpisah untuk potensi angin kencang yang menyasar sepuluh wilayah. Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan masuk dalam daftar ini.
Daerah-daerah tersebut perlu ekstra hati-hati terhadap dampak angin kencang yang bisa memengaruhi aktivitas pelayaran, penerbangan, hingga merobohkan pohon atau baliho di perkotaan.
El Nino Masih Aktif, Tapi Hujan Lokal Bisa Muncul
Menariknya, peringatan ini keluar saat kondisi El Nino kuat dan IOD positif masih mendukung kecenderungan kering di Indonesia. Dalam keterangan resminya, Jumat (28/8), BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di atas menyebabkan beberapa wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan perairan sekitarnya tetap berpeluang hujan dengan intensitas bervariasi serta durasi singkat.
Artinya, karakter hujan yang terjadi bukan hujan merata dalam durasi panjang, melainkan lebih bersifat lokal dan sporadis. Ini penting bagi masyarakat di wilayah berstatus waspada untuk tetap memantau update cuaca secara berkala, terutama jika beraktivitas di luar ruangan atau di area dengan topografi rawan longsor.
BMKG mengimbau warga yang berada di wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menghindari aktivitas di lereng curam atau bantaran sungai saat hujan deras mengguyur. Informasi peringatan dini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG dan akun media sosialnya.