SAMPIT — Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, mengapresiasi kepedulian dunia usaha yang turun tangan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Bentuk dukungan itu tidak hanya berupa alat pemadam, tetapi juga layanan kesehatan gratis bagi petugas dan masyarakat terdampak asap.
“Alhamdulillah, sebelum menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, saya berkesempatan meninjau langsung Posko Kesehatan yang dilaksanakan perusahaan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dalam menghadapi karhutla,” kata Irawati di Sampit, Selasa.
Lokasi Posko dan Ancaman Musim Kemarau
Pelaksanaan layanan kesehatan gratis tersebut dipusatkan di pos terpadu penanggulangan karhutla dan kekeringan Kotim yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3 Sampit.
Menurutnya, kondisi kemarau yang melanda Kotim meningkatkan ancaman karhutla. Dukungan terhadap petugas tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk sarana pemadaman, tetapi juga pelayanan kesehatan.
“Ini bisa menambah semangat mereka untuk kerja di lapangan dan juga memberikan tentunya perhatian di bidang kesehatan untuk masyarakat yang terdampak asap di Kabupaten Kotawaringin Timur. Makanya, kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
Mengapa Keterlibatan Swasta Tidak Bisa Ditawar
Keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan karena penanganan karhutla tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Luas wilayah Kotim dan kompleksitas lokasi kebakaran menuntut respons cepat di lapangan.
“Diharapkan tentunya menjadi motivasi bagi pihak perusahaan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur,” tuturnya.
Sejumlah perusahaan swasta telah berkontribusi melalui bantuan selang maupun logistik guna memperkuat kebutuhan petugas pemadam dan relawan yang bertugas di lapangan.
Logistik dan Peralatan Jadi Kunci Respons Cepat
Tambahan dukungan tersebut dinilai penting karena petugas kerap menghadapi kebakaran yang berada di lokasi sulit dijangkau. Peralatan memadai, dukungan personel, dan logistik dibutuhkan agar api dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas.
Pemerintah Kabupaten Kotim terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, TNI-Polri, relawan dan masyarakat, untuk meningkatkan kemampuan penanganan sejak dini.
Irawati menegaskan upaya menjaga lingkungan dan mencegah karhutla membutuhkan komitmen bersama sehingga kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat.
“Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama. Mari, terus bergerak, terus bersinergi dan bersama-sama kita jaga bumi Kotawaringin Timur,” demikian Irawati.