Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, resmi membuka Pemilihan Duta Baca Tahun 2026 untuk memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak budaya literasi. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, menegaskan figur duta baca diharapkan mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat luas.
PALANGKA RAYA — Pemkot Palangka Raya tidak sekadar mencari wajah baru untuk sampul poster. Lewat Pemilihan Duta Baca 2026 yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) setempat, generasi muda ditempatkan pada posisi strategis: menjadi penggerak sekaligus contoh nyata bahwa membaca adalah gaya hidup, bukan sekadar kewajiban sekolah.
Figur Inspiratif, Bukan Sekadar Pemenang Lomba
Benhur menjelaskan, duta terpilih nantinya berperan mengkampanyekan pentingnya membaca di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut memiliki minat baca tinggi, tetapi juga mampu mengajak lingkungan sekolah dan komunitasnya membangun kebiasaan serupa.
"Generasi muda adalah teladan yang dapat menginspirasi generasi lainnya dan menunjukkan bahwa literasi bukan hanya sebuah aktivitas, tetapi gaya hidup yang membawa manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan," ujarnya Senin lalu.
Perpustakaan sebagai Pusat Pengembangan Budaya
Menurut Benhur, perpustakaan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu wujudnya melalui program peningkatan pembudayaan kegemaran membaca (PKM) yang selama ini dijalankan Dispursip Palangka Raya.
Ia menekankan budaya membaca tidak boleh berhenti pada aktivitas mencari pengetahuan. Lebih dari itu, membaca perlu dibangun menjadi rutinitas harian yang memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir, serta membuka akses informasi untuk pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Manfaatkan Ajang untuk Asah Kemampuan Diri
Benhur mengajak seluruh calon peserta memanfaatkan proses seleksi ini untuk meningkatkan wawasan, kemampuan berkomunikasi, dan kepercayaan diri. Ia mengingatkan, predikat Duta Baca bukan tujuan akhir.
"Lebih dari sekadar meraih predikat, para peserta diharapkan mampu membawa semangat literasi tersebut ke lingkungan sekolah dan masyarakat," katanya.
Pemkot juga mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan membaca. Dengan begitu, akses terhadap bahan bacaan dan peningkatan kemampuan literasi bisa dirasakan seluruh kelompok usia di Palangka Raya.