Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan bantuan air bersih hingga 233.250 liter untuk warga di belasan desa dan kelurahan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota selama dua hari pertama September 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah puncak musim kemarau yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah.
PALANGKA RAYA — Distribusi air bersih yang digelar Pemprov Kalteng pada 1-2 September 2026 itu menyasar wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan sumber air layak konsumsi. Pada hari pertama, sebanyak 74.450 liter air berhasil disalurkan, kemudian meningkat signifikan menjadi 158.800 liter pada hari kedua.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa penanganan dampak kemarau tidak hanya terfokus pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
"Termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak," jelasnya di Palangka Raya, Jumat.
Ratusan Kepala Keluarga di Palangka Raya dan Kotawaringin Barat Jadi Prioritas
Salah satu penerima bantuan terbesar berada di Kota Palangka Raya. Sebanyak 12.000 liter air bersih dialokasikan untuk warga Kelurahan Tangkiling yang mencakup kebutuhan 200 Kepala Keluarga (KK). Sementara itu, Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi daerah dengan titik distribusi terbanyak, meliputi tujuh desa sekaligus.
Di Kotawaringin Barat, distribusi terbesar mengalir ke Desa Natai Baru dengan volume mencapai 22.000 liter. Desa Riam Durian, Purbasari, Natai Raya, dan Melawen masing-masing menerima jatah 12.000 liter, menyusul Desa Bungur 3.000 liter dan Desa Sebuai 2.400 liter.
Desa Terpencil di Murung Raya dan Barito Timur Tak Terlewat
Pemprov Kalteng juga menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Di Kabupaten Murung Raya, bantuan dialirkan ke tiga titik, yakni Sungai Lubuk, Puruk Cahu Seberang, dan Konut dengan volume masing-masing 1.200 liter. Volume yang lebih kecil ini umumnya disesuaikan dengan jumlah penduduk dan tingkat krisis di lokasi tersebut.
Kabupaten Barito Timur menerima pasokan untuk dua desa sekaligus, yaitu Desa Johan dan Desa Lengang, dengan alokasi masing-masing 5.000 liter. Adapun Kabupaten Katingan mendapatkan bantuan 12.000 liter untuk warga Desa Hiyang Bana.
Bagaimana Mekanisme Penyaluran Air ke Lokasi Terdampak?
Penyaluran bantuan ini merupakan respons cepat atas laporan kekeringan yang masuk dari pemerintah kabupaten/kota. Selain Palangka Raya dan Kotawaringin Barat, pendistribusian juga menjangkau Kabupaten Lamandau dengan pasokan 20.000 liter untuk Desa Bumi Agung.
Di Seruyan, bantuan dialirkan ke Desa Pematang Panjang sebanyak 4.000 liter dan Desa Tambak 12.000 liter. Wilayah pesisir seperti Kabupaten Pulang Pisau juga tidak luput, dengan Desa Bahaur Hulu menerima 2.400 liter air bersih. Sementara itu, Kabupaten Barito Selatan mendapat alokasi 7.400 liter untuk Desa Lembeng.
Langkah darurat ini diharapkan mampu meringankan beban warga yang selama berminggu-minggu bergantung pada air sungai yang mulai surut atau sumur yang mengering. Pihak Pemprov Kalteng menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menambah pasokan jika dibutuhkan hingga musim hujan tiba.