Pencarian

DPRD Palangka Raya Minta Guru Juga Boleh PJJ Saat Kabut Asap, Bukan Hanya Murid yang Dilindungi

Jumat, 28 Agustus 2026 • 15:04:01 WIB
DPRD Palangka Raya Minta Guru Juga Boleh PJJ Saat Kabut Asap, Bukan Hanya Murid yang Dilindungi
Guru diminta mendapat perlindungan yang sama dengan murid dalam kebijakan PJJ saat kabut asap di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang selama ini diterapkan untuk murid dinilai tidak adil jika guru tetap diwajibkan masuk sekolah. Arif menegaskan bahwa risiko kesehatan akibat paparan asap tidak pandang bulu, baik terhadap pelajar maupun pengajar.

“Kalau murid diperbolehkan PJJ karena kondisi kabut asap, guru juga seharusnya diberikan perlindungan yang sama, jangan sampai murid dijauhkan dari paparan asap tetapi gurunya tetap harus datang ke sekolah,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat.

Risiko Kesehatan yang Mengintai Tenaga Pendidik

Arif menjelaskan, guru yang tetap datang ke sekolah memiliki potensi terpapar asap yang sama besarnya. Paparan tersebut bisa terjadi saat dalam perjalanan menuju sekolah maupun selama menjalankan aktivitas mengajar di lingkungan kelas yang kualitas udaranya tidak sehat.

“Jangan hanya murid yang kita takutkan sakit karena terpapar asap, sementara guru dibiarkan tetap beraktivitas di sekolah dalam kondisi udara seperti ini,” kata Arif.

Menurutnya, kabut asap dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan. Perlindungan terhadap guru, lanjut dia, bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak di tengah memburuknya kualitas udara di Kota Palangka Raya.

PJJ Dinilai Solusi Efektif Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Politisi tersebut memandang kebijakan PJJ sebagai langkah strategis untuk menekan mobilitas warga di luar rumah. Dengan sistem yang sudah pernah diterapkan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar dinilai tetap dapat berjalan efektif meski guru dan murid tidak berada dalam satu ruangan.

“Kalau memang kondisi kabut asap membuat murid harus belajar dari rumah, maka guru juga jangan dipaksa untuk tetap turun ke sekolah, karena mereka juga memiliki risiko kesehatan yang sama,” tegasnya.

Arif berharap pemerintah kota bersama instansi terkait segera merumuskan kebijakan yang komprehensif. Ia menekankan pentingnya aspek perlindungan kesehatan bagi seluruh elemen pendidikan, bukan hanya peserta didik.

“Harus ada kebijakan yang melindungi semuanya, baik murid maupun guru, karena kesehatan tenaga pendidik juga penting untuk diperhatikan di tengah kondisi kabut asap seperti sekarang,” demikian Arif.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks