PALANGKA RAYA — Pencermatan sisi belanja daerah menjadi agenda utama rapat gabungan Badan Anggaran DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan mitra kerja perangkat daerah. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Kalteng, Palangka Raya.
Agenda ini merupakan kelanjutan dari pembahasan pendapatan daerah yang telah dilakukan sebelumnya. Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong menyebut pembahasan pendapatan asli daerah dan dana transfer sudah tuntas secara detail.
Belanja Pegawai hingga Subsidi Jadi Perhatian Banggar
Sejumlah komponen belanja masuk dalam pencermatan anggota Banggar. Arton menyebut belanja pegawai serta belanja barang dan jasa menjadi sorotan utama, termasuk di dalamnya belanja subsidi dan komponen belanja lainnya.
Menurut Arton, pencermatan itu diperlukan untuk memastikan perencanaan anggaran dan realisasi belanja berjalan selaras. Banggar juga meminta TAPD menyampaikan data pendukung, mulai dari jumlah pegawai hingga informasi terkait belanja barang dan jasa.
"Beberapa hari yang lalu kita telah menuntaskan pembahasan secara detail terkait pendapatan daerah, baik pendapatan asli daerah maupun dana transfer. Hari ini kita melanjutkan pembahasan pada sisi belanja," tutur Arton dalam sambutan pengantarnya.
DPRD Minta Seluruh Anggota Cermati Rincian Belanja
Arton meminta seluruh anggota DPRD Kalteng melakukan pencermatan terhadap rincian belanja yang diajukan pemerintah daerah. Hal-hal yang masih memerlukan konfirmasi diminta dicatat untuk dibahas bersama TAPD.
"Seluruh anggota DPRD kami harapkan dapat melakukan pencermatan terhadap belanja pegawai, belanja barang dan jasa, termasuk hal-hal lain yang perlu dikonfirmasi kepada pemerintah daerah," katanya.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan TAPD bersama sejumlah perangkat daerah. Mereka memberikan penjelasan atas pertanyaan dan masukan anggota Banggar DPRD.
Pembahasan Lanjutan Digelar hingga Malam
Dari rapat tersebut, Banggar memperoleh gambaran mengenai sejumlah hal prinsip yang menjadi perhatian legislatif. Pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait juga menyampaikan penjelasan atas pelaksanaan anggaran.
Arton menegaskan proses pembahasan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Ia meminta jajaran kepala perangkat daerah tetap mengikuti agenda lanjutan bersama DPRD, termasuk rapat pada malam hari, agar pembahasan berjalan efektif dan tidak terputus.
"Kita masih memiliki waktu beberapa hari. Karena itu, hal-hal yang penting untuk ditanyakan atau dikonfirmasikan agar dicatat dan dibahas bersama TAPD," ungkapnya.
Rapat ini menjadi bagian dari koordinasi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalteng dalam penyusunan anggaran. Setiap kebijakan penganggaran diharapkan dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak langsung bagi pelayanan masyarakat Kalimantan Tengah.