Pencarian

Desa Karya Bhakti di Gunung Mas Jadi Percontohan Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu, Ini Dampaknya bagi Warga

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:05:43 WIB
Desa Karya Bhakti di Gunung Mas Jadi Percontohan Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu, Ini Dampaknya bagi Warga
Warga Desa Karya Bhakti memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran sebagai bagian program ketahanan pangan keluarga terpadu.

KUALA KURUN — Desa Karya Bhakti di Kecamatan Rungan kini menjadi percontohan program ketahanan pangan keluarga terpadu. Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas menunjuk desa tersebut sebagai lokasi uji coba yang hasilnya akan direplikasi ke desa-desa lain di wilayah Gumas.

Apa Dampak Langsung Program Ini bagi Warga Desa Karya Bhakti?

Program ini mendorong setiap rumah tangga untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri. Warga tidak hanya diajak menanam sayuran dan tanaman obat keluarga, tetapi juga diberikan pendampingan teknis oleh penyuluh dari DPKP.

Dampaknya, kebutuhan pangan harian keluarga bisa tercukupi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan menekan angka pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan gizi keluarga.

Mengapa Desa Karya Bhakti Dipilih sebagai Percontohan?

Kepala DPKP Gunung Mas, melalui keterangan resminya, menyebut Desa Karya Bhakti memiliki potensi lahan pekarangan yang luas dan partisipasi masyarakat yang tinggi. “Desa ini dinilai siap menjadi lokasi percontohan karena warganya sudah terbiasa dengan kegiatan bertani,” ujarnya.

Selain itu, akses desa yang relatif dekat dengan pusat kecamatan memudahkan koordinasi dan pendampingan. Faktor ini menjadi pertimbangan utama agar program berjalan efektif dan hasilnya bisa cepat dievaluasi.

Bagaimana Mekanisme Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Keluarga?

Setiap keluarga yang terdaftar sebagai peserta program akan mendapatkan bantuan bibit tanaman dan pupuk organik. DPKP juga menyediakan pelatihan teknis terkait teknik budidaya, pengelolaan hama, serta pascapanen.

Program ini tidak hanya fokus pada tanaman pangan, tetapi juga mencakup budidaya ikan dalam ember dan peternakan skala rumah tangga. Pendekatan terpadu ini bertujuan menciptakan siklus pangan yang berkelanjutan di tingkat keluarga.

Siapa yang Paling Terdampak dari Program Percontohan Ini?

Ibu rumah tangga dan petani skala kecil menjadi kelompok sasaran utama. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap lahan pertanian produktif kini bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.

DPPK mencatat, sebanyak 50 kepala keluarga di Desa Karya Bhakti akan menjadi peserta tahap awal. Jika berhasil, program ini akan diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Rungan dan sekitarnya pada tahun depan.

Kapan Program Ini Mulai Diterapkan dan Berapa Lama Berlangsung?

Program percontohan sudah mulai berjalan sejak pekan lalu. DPKK menargetkan evaluasi pertama dilakukan setelah tiga bulan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan partisipasi warga.

Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi pemkab untuk menentukan apakah program ini layak diperluas ke desa-desa lain. Jika dinilai sukses, replikasi program dijadwalkan mulai awal tahun depan.

Apakah program ini hanya untuk Desa Karya Bhakti?

Tidak. Desa Karya Bhakti adalah lokasi percontohan. Jika berhasil, program akan direplikasi ke desa-desa lain di Gunung Mas secara bertahap.

Bantuan apa saja yang diterima warga?

Warga mendapat bibit tanaman, pupuk organik, serta pendampingan teknis dari penyuluh DPKP secara gratis selama program berlangsung.

Bagaimana cara warga mendaftar sebagai peserta?

Pendaftaran dilakukan melalui kepala desa setempat. Warga yang terdaftar akan mendapatkan pelatihan dan bantuan secara bertahap sesuai jadwal yang ditentukan DPKP.

Bagikan
Sumber: radarsampit.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks