KUALA KURUN — Pemkab Gunung Mas tidak hanya sekadar menggulirkan program Kampung KB, tetapi memastikan dampaknya langsung dirasakan warga di empat kecamatan: Kurun, Mihing Raya, Sepang, dan Tewah. Pembinaan terpadu ini merupakan langkah konkret memperkuat ketahanan keluarga dari tingkat akar rumput.
Apa yang Didapat Warga dari Kampung KB?
Warga desa di empat kecamatan itu mendapatkan layanan kesehatan reproduksi, pemantauan tumbuh kembang balita, serta penyuluhan tentang pengelolaan keuangan keluarga. Program ini juga membuka akses konseling perkawinan bagi pasangan usia subur.
Kepala DPPKB Gunung Mas melalui keterangan resminya menyebutkan bahwa Kampung KB bukan hanya soal alat kontrasepsi. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk menekan angka stunting, kemiskinan ekstrem, dan pernikahan dini yang masih menjadi pekerjaan rumah di daerah pedalaman.
Empat Kecamatan, Prioritas Berbeda
Masing-masing kecamatan memiliki fokus penanganan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Di Kecamatan Kurun, misalnya, intervensi difokuskan pada penurunan angka putus sekolah dan peningkatan gizi balita. Sementara di Kecamatan Tewah, program lebih menekankan pada pemberdayaan ekonomi perempuan melalui usaha mikro.
Pendekatan ini penting karena karakteristik desa di Gunung Mas sangat beragam. Ada desa yang akses kesehatannya sulit karena jarak, ada pula yang warganya masih minim pemahaman tentang keluarga berencana.
Mengapa Kampung KB Dianggap Strategis?
Kampung Keluarga Berkualitas merupakan program nasional yang diadaptasi oleh pemerintah daerah. Di Gunung Mas, program ini menjadi salah satu ujung tombak pencapaian target pembangunan manusia. Dengan membina langsung di tingkat desa, Pemkab berharap perubahan perilaku dan pola pikir warga bisa lebih cepat terjadi.
“Kami ingin setiap keluarga di desa mampu merencanakan masa depannya sendiri. Mulai dari jarak kehamilan, pendidikan anak, hingga ekonomi rumah tangga,” tulis keterangan resmi DPPKB Gunung Mas.
Bagaimana Warga Bisa Mengakses Layanan Ini?
Warga tidak perlu datang ke pusat kota. Petugas lapangan dari Puskesmas dan kader KB setempat yang turun langsung ke desa-desa. Jadwal pembinaan biasanya diumumkan melalui posyandu atau pertemuan rutin RT/RW. Layanan ini gratis dan terbuka bagi semua warga yang terdaftar di desa dampingan.
Pemkab Gunung Mas menargetkan seluruh desa di empat kecamatan tersebut bisa menjadi Kampung KB mandiri dalam dua tahun ke depan. Artinya, warga diharapkan mampu menjalankan program secara swakelola tanpa ketergantungan penuh pada pendamping dari kabupaten.