Pencarian

Bupati Kotim Halikinnor Dorong Santri Kuasai Literasi Digital, Bentengi Diri dari Hoaks dan Konten Negatif

Minggu, 31 Mei 2026 • 12:58:01 WIB
Bupati Kotim Halikinnor Dorong Santri Kuasai Literasi Digital, Bentengi Diri dari Hoaks dan Konten Negatif
Bupati Kotim Halikinnor membuka seminar literasi digital untuk santri di Sampit.

SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor tidak menampik manfaat besar dari perkembangan teknologi dan media sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa arus informasi yang deras juga membawa ancaman serius, terutama bagi generasi muda.

“Kita tahu informasi yang beredar di media digital begitu cepat dan tidak semuanya memberikan dampak positif, bahkan tidak sedikit yang mengandung hoaks maupun konten yang dapat memengaruhi perilaku generasi muda,” ujarnya di Sampit, Sabtu.

Mengapa seminar ini digelar di momentum Idul Adha?

Halikinnor menjelaskan, seminar yang diikuti perwakilan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kotim ini merupakan bagian dari hikmah dan berkah perayaan Idul Adha. Menurutnya, momen keagamaan menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan kembali pentingnya karakter dan akhlak di era digital.

“Alhamdulillah, kita melaksanakan seminar ini sebagai salah satu hikmah dan berkah Idul Adha. Momentum ini untuk mengundang perwakilan pesantren agar mendengarkan secara langsung bagaimana cara menyikapi dan mengantisipasi dampak digitalisasi yang saat ini tidak bisa kita hindari,” kata Halikinnor.

Pesantren: Garda Terdepan Cetak Generasi Berkarakter

Bupati dua periode itu menilai pondok pesantren memiliki peran strategis yang tidak tergantikan. Ketangguhan pesantren saat menghadapi pandemi COVID-19, kata dia, menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan berbasis keagamaan ini mampu bertahan dan mencetak sumber daya manusia berkualitas.

“Jangan sampai generasi muda kita cerdas dalam teknologi tetapi lemah dalam moral dan akhlak. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi terbaik bagi bangsa, yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memiliki kepedulian sosial dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Pemerintah daerah, pendidik, orang tua, dan masyarakat, lanjut Halikinnor, harus bersinergi. Pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Fenomena ketergantungan terhadap gawai tanpa pengawasan juga menjadi perhatian serius yang perlu diantisipasi bersama.

Komitmen Pemkab Kotim untuk Pendidikan Keagamaan

Pemkab Kotim berkomitmen mendukung berbagai kegiatan positif yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Dukungan tersebut mencakup pengembangan pondok pesantren serta lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai karakter dan keagamaan.

“Ke depan kita berharap Kotim semakin kuat dalam pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi,” pungkas Halikinnor.

Apa langkah konkret yang bisa dilakukan santri?

Seminar ini diharapkan membekali para santri dengan kemampuan menyaring informasi, memahami etika bermedia sosial, dan tidak mudah terpengaruh konten negatif. Halikinnor menekankan bahwa menolak perkembangan teknologi bukanlah pilihan, melainkan bagaimana menggunakannya secara bijak.

“Kita tidak mungkin menolak perkembangan teknologi, globalisasi maupun modernisasi. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita mampu menggunakan media sosial secara bijak, mengambil manfaat yang positif dan menghindari hal-hal yang negatif,” ujarnya.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks