Pencarian

Pasien RS di Kalteng Melonjak 3 Kali Lipat Akibat Kabut Asap Karhutla, Menkes Percepat Kirim Ventilator

Minggu, 25 Oktober 2026 • 05:17:31 WIB
Pasien RS di Kalteng Melonjak 3 Kali Lipat Akibat Kabut Asap Karhutla, Menkes Percepat Kirim Ventilator
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi dampak kabut asap karhutla di Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah memprioritaskan penguatan fasilitas kesehatan di Kalimantan Tengah menyusul memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Ventilator menjadi salah satu peralatan medis yang dikirim lebih cepat ke rumah sakit di sejumlah kabupaten dan kota.

Budi menegaskan lonjakan pasien menjadi perhatian pemerintah, terutama untuk memastikan rumah sakit mampu menangani warga dengan gangguan pernapasan akibat paparan asap. Kelompok rentan, khususnya anak-anak dengan sesak napas berat, menjadi fokus utama penanganan.

Lonjakan Pasien Tiga Kali Lipat

Data yang diterima Budi menunjukkan jumlah pasien yang masuk rumah sakit di Kalteng naik hingga tiga kali lipat dibanding kondisi normal. Kenaikan itu terjadi di tengah memburuknya kualitas udara selama beberapa waktu terakhir.

"Dari informasi yang saya terima, jumlah pasien yang masuk rumah sakit meningkat sampai tiga kali lipat," kata Budi saat kunjungan kerja di Palangka Raya, Jumat (23/10), dikutip dari detikKalimantan.

Ketersediaan peralatan medis dinilai penting agar pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan segera mendapat penanganan sesuai kondisi klinisnya. Bantuan ventilator disebut bakal memperkuat kemampuan rumah sakit menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat.

ISPA Ringan Cukup Rawat Jalan, Pneumonia Harus ke RS

Budi mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Keluhan ringan dapat ditangani lewat rawat jalan sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis.

Kondisi berbeda berlaku bila penyakit berkembang menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Pasien dengan gejala tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif.

"Kalau sakitnya sudah lebih parah, bukan hanya ISPA biasa, tetapi sudah menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), maka harus dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Bus Oksigen Keliling Palangka Raya Diusulkan Jadi Percontohan Nasional

Dalam kunjungan tersebut, Budi meninjau pelayanan dan kesiapan fasilitas penanganan dampak kabut asap di Puskesmas Panarung serta Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Salah satu layanan yang menjadi perhatiannya adalah bus oksigen keliling untuk membantu warga terdampak asap.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyebut layanan bus oksigen keliling berpeluang dikembangkan sebagai percontohan di tingkat nasional.

"Termasuk tadi yang mobilisasi bus oksigen, beliau ingin menjadikan pilot project kayaknya di Kota Palangka Raya," kata Fairid.

Percepatan distribusi ventilator dan penguatan layanan puskesmas menjadi langkah awal Kemenkes menghadapi dampak kabut asap. Pemerintah daerah diminta memastikan rujukan pasien dengan gangguan pernapasan berat berjalan cepat ke rumah sakit yang memiliki peralatan memadai.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks