PALANGKA RAYA — Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi memastikan seluruh layanan esensial di Puskesmas Menteng beroperasi optimal saat kabut asap Karhutla menyelimuti wilayah setempat. Fasilitas krusial seperti suplai oksigen darurat hingga Instalasi Gawat Darurat dipastikan bersiaga penuh selama 24 jam.
Peninjauan langsung dilakukan Subandi di sela kunjungannya ke puskesmas tersebut. Ia menilai kesiapsiagaan IGD dan tabung oksigen sangat vital untuk melindungi kelompok rentan, terutama balita, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit asma.
"Pelayanan di Puskesmas Menteng berjalan dengan sangat baik. Kami memastikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya penanganan kondisi darurat dan ketersediaan oksigen, tetap siaga 24 jam penuh di tengah ancaman kabut asap ini," ujar Subandi.
Kunjungan Warga Berobat Turun Drastis Selama Kabut Asap
Pekatnya kabut asap mengubah pola kunjungan warga ke Puskesmas Menteng. Pada kondisi normal, fasilitas kesehatan itu rata-rata melayani hingga 150 pasien per hari. Sejak kabut asap melanda, angka kunjungan menurun drastis ke kisaran 80 pasien sehari.
Penurunan dinilai terjadi karena mayoritas warga memilih berdiam diri di rumah untuk menghindari paparan polusi udara. Meski begitu, pelayanan persalinan di puskesmas tersebut terpantau lancar dengan tujuh ibu melahirkan yang telah tertangani dengan baik.
Kasus ISPA Melandai, Kesiapsiagaan Diminta Tidak Mengendur
Tren kasus Infeksi Saluran PerNapasan Akut (ISPA) ikut melandai seiring berkurangnya aktivitas warga di luar rumah. Berdasarkan laporan data yang diterima Subandi, kasus ISPA pada Agustus menyentuh angka 538 pasien, lalu turun menjadi 374 pasien sepanjang September.
Subandi meminta penurunan grafik tersebut tidak membuat faskes lengah. Menurutnya, kualitas udara akibat Karhutla bersifat fluktuatif dan bisa memburuk sewaktu-waktu.
"Meskipun ada penurunan grafik pasien ISPA dari 538 menjadi 374 orang, kesiapsiagaan faskes sama sekali tidak boleh mengendur. Kualitas udara akibat Karhutla ini fluktuatif dan bisa memburuk sewaktu-waktu, sehingga puskesmas harus terus waspada menjadi garda terdepan perlindungan masyarakat," pungkas Subandi.
Dewan meminta seluruh puskesmas di Kota Palangka Raya menjaga kesiapan layanan darurat pernapasan selama musim kabut asap berlangsung. Warga yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memanfaatkan layanan IGD terdekat tanpa menunggu kondisi memburuk.