Pencarian

Bayi Beruang Madu Meli Ditemukan Sendirian di Kebun Sawit Seruyan, Kini Dirawat BKSDA Kalteng

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 12:47:02 WIB
Bayi Beruang Madu Meli Ditemukan Sendirian di Kebun Sawit Seruyan, Kini Dirawat BKSDA Kalteng
Bayi beruang madu bernama Meli diamankan warga setelah ditemukan sendirian di area perkebunan sawit Seruyan.

PANGKALAN BUN — Bayi beruang madu itu lebih dulu diamankan seorang warga yang menemukannya di area perkebunan sawit. Warga tersebut khawatir keselamatan satwa terancam, lalu melaporkan keberadaannya agar mendapat penanganan tepat.

Laporan itu ditindaklanjuti tim Dirpolsatwa Baharkam Polri. Meli dievakuasi untuk penanganan awal sebelum dibawa ke Kotawaringin Barat dan diserahkan kepada petugas konservasi.

Kapolres Apresiasi Warga yang Melapor, Bukan Memelihara

Kapolres Kobar AKBP Joko Handono menyebut keterlibatan masyarakat menjadi kunci penyelamatan satwa liar, terutama saat ditemukan di kawasan perkebunan atau permukiman.

"Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam melindungi satwa liar, terutama ketika ditemukan di kawasan perkebunan atau permukiman," ujar Joko, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Joko, penyerahan Meli kepada BKSDA memastikan satwa tersebut memperoleh perawatan sesuai kebutuhan. Petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan serta pemantauan kondisi fisik selama proses pemulihan.

Usia Tiga Bulan, Butuh Penanganan Khusus

Karena usianya baru sekitar tiga bulan, Meli memerlukan penanganan khusus untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Selain perawatan medis, proses rehabilitasi disiapkan agar kemampuan dan perilaku alaminya berkembang sesuai tahapan yang dibutuhkan.

"Selain perawatan medis, proses rehabilitasi juga diperlukan agar kemampuan dan perilaku alaminya dapat berkembang sesuai tahapan yang dibutuhkan," ujarnya.

Pelepasliaran Menunggu Hasil Rehabilitasi

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, menegaskan peluang Meli kembali ke habitat aslinya masih bergantung pada hasil rehabilitasi dan penilaian petugas konservasi.

"Pelepasliaran tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan kondisi kesehatan, usia, serta kemampuan satwa untuk bertahan hidup di alam liar," kata Handi.

Beruang madu termasuk satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Kemunculannya di kawasan perkebunan menunjukkan aktivitas manusia dan perubahan kondisi habitat meningkatkan risiko perjumpaan antara warga dan satwa liar.

Warga Diminta Jaga Jarak dan Segera Lapor

BKSDA mengimbau masyarakat yang menemukan satwa dilindungi di kebun maupun sekitar permukiman tidak mencoba memelihara, memperjualbelikan, atau menangani sendiri tanpa bantuan petugas.

"Masyarakat yang menemukan satwa dilindungi di kebun maupun sekitar permukiman diimbau tidak mencoba memelihara, memperjualbelikan, atau menangani satwa tersebut tanpa bantuan petugas. Warga sebaiknya menjaga jarak aman dan segera melaporkan temuan kepada pihak berwenang agar proses penyelamatan dapat dilakukan secara tepat," pungkasnya.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks