PALANGKA RAYA — Kementerian Kesehatan menempatkan puskesmas sebagai benteng pertama penanganan ISPA akibat kabut asap. Karena itu, pemantauan difokuskan pada kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa kunjungan ini untuk memantau berjalannya fungsi puskesmas sebagai pertahanan awal layanan kesehatan bagi warga.
"Kalau sakitnya sudah menjadi lebih parah, bukan saja ISPA biasa, tapi menjadi pneumonia, harus dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.
Kalteng Jadi Daerah dengan Konsentrasi Polusi Udara Tinggi
Data penanganan menunjukkan Kalimantan Tengah termasuk wilayah dengan tingkat konsentrasi polusi udara cukup tinggi akibat eskalasi karhutla. Partikel polutan mikroskopis PM2.5 disebut dapat menembus saluran pernapasan hingga ke paru-paru.
Kondisi itu membuat Menkes mengimbau warga meningkatkan proteksi diri, terutama kelompok rentan. Balita, ibu hamil, dan orang tua masuk kategori yang paling perlu dibatasi aktivitasnya di luar ruangan.
Bantuan Logistik: Masker N95 hingga Oxygen Concentrator
Selain meninjau sarana prasarana dan kesiapan rumah oksigen, Menkes menyerahkan bantuan logistik kesehatan secara simbolis. Bantuan mencakup masker bedah, masker N95, oxygen concentrator, nebulizer, tabung oksigen, air purifier, serta multivitamin dan obat-obatan.
Paket bantuan itu menyasar fasilitas kesehatan yang menangani langsung warga terdampak asap. Penyerahan dilakukan di sela peninjauan sejumlah titik layanan di Palangka Raya.
Imbauan Menkes: Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, Menkes meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan demi meminimalisasi risiko paparan asap.
"Saya berdoa mudah-mudahan cepat hujan. Kami Kemenkes ingin selalu memastikan dampak yang ditimbulkan seminimal mungkin. Jangan keluar rumah kalau tidak perlu, terutama kelompok rentan, Balita, ibu hamil, dan orang tua. Usahakan kalau pergi harus pakai masker N95 dengan cara pakai yang benar karena partikel saat ini PM2,5 sangat kecil dan bisa masuk ke paru-paru," pesannya.
Penanganan korban karhutla di Kalteng kini bergantung pada kesiapan puskesmas dan rumah sakit rujukan. Pemantauan Kemenkes menyasar fasilitas yang paling dekat dengan permukiman terdampak kabut asap.