Pencarian

Bank Mandiri Cetak Laba Rp45,5 Triliun, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 12:54:31 WIB
Bank Mandiri Cetak Laba Rp45,5 Triliun, Efisiensi Biaya Jadi Penopang
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan paparan kinerja keuangan perseroan pada Jumat (23/10).

KALIMANTAN TENGAH — Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 20,7 persen secara tahunan. Lonjakan laba ditopang pertumbuhan kredit, pendapatan nonbunga yang naik 13,8 persen, serta pemangkasan biaya operasional. Perbaikan efisiensi ini membuat rasio biaya terhadap pendapatan bank turun tajam menjadi 36,1 persen.

Paragraf pembuka: Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan pertumbuhan bisnis perseroan diikuti peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Paparan kinerja keuangan disampaikan pada Jumat (23/10), dengan capaian laba yang melampaui laju pertumbuhan pendapatan.

Pendapatan Bunga dan Nonbunga Kompak Naik

Secara bank only, pendapatan bunga Bank Mandiri mencapai Rp97,3 triliun hingga September 2026, tumbuh 7,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) naik 6,2 persen menjadi Rp61,2 triliun.

Sementara itu, pendapatan nonbunga meningkat 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun. Total pendapatan bank only tercatat Rp90,6 triliun, naik 8,54 persen secara tahunan.

“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba,” ujar Novita melalui keterangan tertulis yang diterima media, Sabtu (24/10/2026).

Biaya Operasional Turun 9,03 Persen

Dari sisi biaya, Bank Mandiri mencatat penurunan biaya operasional sebesar 9,03 persen menjadi Rp32,7 triliun. Perbaikan itu tercermin dari cost to income ratio (CIR) yang turun menjadi 36,1 persen, dari sebelumnya 43 persen pada tahun lalu.

Penurunan CIR sebesar hampir 7 poin persentase menunjukkan bank pelat merah ini mampu menekan beban tanpa mengorbankan pertumbuhan pendapatan. Efisiensi tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan capaian laba semata.

Transaksi Nasabah Jadi Motor Pendapatan Komisi

Novita menjelaskan, peningkatan aktivitas transaksi nasabah menjadi salah satu faktor yang mendukung pendapatan berbasis komisi. Perseroan pun terus mengembangkan layanan untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Bagi nasabah, arah strategi ini berarti layanan digital dan transaksi harian akan terus diperluas. Bagi investor, kombinasi pendapatan nonbunga yang tumbuh dua digit dan biaya operasional yang mengecil memberi ruang laba lebih lebar pada kuartal berikutnya.

Penutup: Dengan laba Rp45,5 triliun sampai kuartal III 2026, Bank Mandiri menjaga posisinya sebagai salah satu bank dengan profitabilitas tertinggi di Indonesia. Kuncinya bukan cuma kredit yang tumbuh, tetapi juga disiplin menekan biaya operasional.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks