SAMPIT — Kepala Dishub Kotim Raihansyah menyatakan dermaga tersebut menjadi salah satu fasilitas yang perlu mendapat perhatian karena kondisinya memprihatinkan. Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian lantai kayu ulin dan gazebo di kawasan itu.
Raihansyah menyebut dermaga tersebut berfungsi sebagai etalase daerah bagi siapa pun yang datang ke Kotim. Karena itu, perbaikan kondisinya dianggap mendesak.
"Dermaga itu menjadi salah satu etalase Kotim ketika orang datang ke daerah ini. Karena itu, kondisinya perlu mendapat perhatian," ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Sudah Berkali-kali Diusulkan, Terbentur Keterbatasan Anggaran
Anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan II sebelumnya telah meninjau langsung kondisi dermaga. Usulan perbaikan juga beberapa kali disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan tingkat desa dan kecamatan.
Namun, keterbatasan anggaran membuat penanganan menyeluruh belum bisa direalisasikan. Dishub Kotim baru mengusulkan rehabilitasi berat senilai Rp1,2 miliar pada 2027.
Anggaran itu direncanakan untuk memperbaiki bagian dermaga yang rusak, menata gazebo, serta memperindah kembali tulisan "Selamat Datang di Sampit".
Kayu Ulin Diganti Total atau Pakai Beton, Menunggu Kajian Teknis
Metode perbaikan masih akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis dan ketersediaan anggaran. Dishub mempertimbangkan dua opsi: mengganti seluruh lantai kayu ulin atau memakai konstruksi beton pada bagian tertentu.
"Apakah nantinya kayu ulin diganti seluruhnya atau menggunakan cor beton, itu akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis. Termasuk tulisan dan gazebo juga menjadi perhatian," jelas Raihansyah.
Dermaga tersebut melayani masyarakat Kecamatan Seranau dan menjadi salah satu pintu masuk menuju Sampit melalui jalur sungai.
Harapan Warga: Dermaga Kembali Aman dan Nyaman
Dishub Kotim berharap usulan rehabilitasi dapat terakomodasi dalam APBD Kotim 2027. Dengan begitu, dermaga dapat kembali berfungsi lebih baik.
Perbaikan fasilitas itu juga diharapkan meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus memperbaiki tampilan kawasan penyangga Kota Sampit. Sebelumnya, DPRD Kotim Dapil 2 menemukan banyak kayu dermaga yang rusak dan patah saat sidak reses, kondisi yang dinilai sangat berbahaya bagi warga.