Pencarian

Rumah Oksigen di Palangka Raya Jadi Andalan Warga Terdampak Karhutla, Dishut Kalteng: Pencegahan Tetap Kunci

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:00:31 WIB
Rumah Oksigen di Palangka Raya Jadi Andalan Warga Terdampak Karhutla, Dishut Kalteng: Pencegahan Tetap Kunci
Warga menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Pos Pelayanan Kesehatan dan Rumah Oksigen, Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Kehadiran Pos Pelayanan Kesehatan dan Rumah Oksigen di Kelurahan Petuk Katimpun menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak warga Palangka Raya yang kerap terpapar kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan. Fasilitas yang diinisiasi Satgas Tanggap Bencana Karhutla Karang Taruna Kalteng ini tidak sekadar menyediakan tabung oksigen, tetapi juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian vitamin bagi masyarakat sekitar.

Kepala Bidang Perlindungan dan KSDAE Dishut Kalteng, Fritno, menegaskan bahwa dampak karhutla terhadap manusia sering kali terlupakan ketika fokus utama tertuju pada upaya pemadaman di lapangan. Padahal, asap yang menyelimuti permukiman dalam waktu lama berpotensi memicu gangguan pernapasan akut, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

“Ketika terjadi Karhutla, dampaknya bukan hanya terhadap kawasan hutan dan lingkungan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama akibat asap. Karena itu, pelayanan kesehatan dan Rumah Oksigen menjadi bagian penting dalam membantu warga,” kata Fritno.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Penanganan Karhutla

Fritno menilai keberadaan rumah oksigen ini merupakan bukti nyata bahwa mitigasi bencana karhutla membutuhkan kerja sama yang solid, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga relawan, organisasi pemuda, dan tenaga medis. Kolaborasi ini dinilai sebagai kunci utama dalam mempercepat respons darurat di Bumi Tambun Bungai.

Menurutnya, keterlibatan Karang Taruna dalam menyediakan fasilitas kesehatan ini menunjukkan bahwa elemen pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan warga. Langkah ini sekaligus menjadi contoh bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara sektoral dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Pencegahan Pembakaran Lahan Tetap Prioritas Utama

Meski layanan kesehatan penunjang telah disiagakan, Dishut Kalteng mengingatkan bahwa fasilitas ini hanyalah langkah kuratif. Upaya yang jauh lebih penting adalah mencegah agar karhutla tidak terjadi sejak awal, terutama dengan menghentikan kebiasaan membakar lahan untuk membuka area pertanian atau perkebunan.

“Pencegahan tetap menjadi kunci. Jangan sampai aktivitas pembakaran lahan justru memicu kebakaran yang lebih luas dan kemudian berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Fritno menambahkan, kesadaran warga untuk tidak membakar lahan dan aktif melaporkan kemunculan titik api kepada petugas merupakan tameng pertama yang jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan setelah terpapar asap. Dengan begitu, keberadaan rumah oksigen diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya.

Adanya fasilitas rumah oksigen ini diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap pertolongan medis darurat saat kualitas udara memburuk, sekaligus memicu kesadaran warga untuk tidak membakar lahan dan aktif melaporkan kemunculan titik api.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balanganews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks