SAMPIT — Ribuan pensiunan aparatur sipil negara di Kabupaten Kotawaringin Timur diminta mengubah paradigma masa purna bakti dari sekadar masa istirahat menjadi periode produktif yang tetap memberi manfaat bagi masyarakat. Ajakan ini disampaikan Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri syukuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-64 PWRI, Kamis (20/8) kemarin.
Menurut Halikinnor, para wredatama memiliki kekuatan yang tidak dimiliki kelompok masyarakat lain, yakni pengalaman, wawasan, keteladanan, dan nilai pengabdian yang terbangun selama puluhan tahun. Modal inilah yang dibutuhkan daerah untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan.
Purnabakti Bukan Akhir Pengabdian
Halikinnor menegaskan bahwa semangat pengabdian tidak boleh berhenti setelah seseorang memasuki masa pensiun. Justru dengan segudang pengalaman yang dimiliki, para senior ini dapat menjadi sumber inspirasi dan memberikan nasihat bagi generasi penerus.
"Masa purna bakti tetap menjadi masa yang produktif, sejahtera dan bermartabat. PWRI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional dan tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan para lanjut usia," kata Halikinnor.
Ia menilai momentum peringatan kemerdekaan tidak seharusnya dimaknai sekadar seremoni tahunan. Semangat juang para pendahulu perlu diteruskan lewat kerja nyata, menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan mengambil bagian dalam pembangunan.
Peran Strategis Wredatama dalam Pembangunan Kotim
Bupati dua periode ini memaparkan sejumlah peran yang masih bisa diambil para purnabakti. Mereka dapat menjadi tempat bertukar pikiran, memberikan masukan kritis kepada pemerintah, serta aktif membimbing generasi muda agar memiliki karakter dan integritas.
"Walaupun telah memasuki masa purnabakti, semangat pengabdian tidak boleh berhenti. Justru dengan pengalaman yang dimiliki, para wredatama dapat terus menjadi sumber inspirasi, memberikan nasihat, serta ikut membimbing generasi muda agar memiliki karakter, integritas dan semangat membangun daerah," ujarnya.
Halikinnor juga mengapresiasi PWRI yang selama ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bagi para pensiunan untuk tetap beraktivitas dan berkontribusi. Ia berharap organisasi ini semakin solid dan mampu menghadirkan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Kolaborasi Lintas Generasi Kunci Kemajuan Kotim
Di hadapan para wredatama, Halikinnor mengajak seluruh elemen masyarakat merawat kebersamaan dan persaudaraan. Menurutnya, kolaborasi lintas generasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
"Mari kita rawat kebersamaan, persaudaraan dan semangat gotong royong demi Kotawaringin Timur yang semakin maju," tuturnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor mengucapkan selamat HUT ke-64 kepada PWRI. Ia berharap hubungan antara PWRI, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin erat sehingga pengalaman para senior menjadi bagian dari kekuatan membangun daerah.