PALANGKA RAYA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah turun langsung memberikan layanan kesehatan gratis di tengah pekatnya kabut asap yang menyelimuti ibu kota provinsi. Rumah oksigen yang diresmikan di Posko Bencana Karhutla Kelurahan Petuk Katimpun menjadi titik pertolongan pertama bagi siapa saja yang mengeluhkan sesak napas.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Anang Dirjo, menghadiri langsung peluncuran fasilitas tersebut. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan di tengah kondisi udara yang kian memburuk.
Layanan Kesehatan Lengkap di Posko Bencana
Rumah oksigen tidak berdiri sendiri. Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng juga menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dan anggota satuan tugas (satgas) yang bertugas di lapangan.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas membagikan masker dan vitamin secara gratis. Langkah ini diambil untuk menjaga daya tahan tubuh para petugas yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan dengan kualitas udara yang tidak sehat.
Karang Taruna Ikut Gerakkan Bantuan Sembako
Di lokasi yang sama, Karang Taruna Palangka Raya turut mendirikan Posko Bencana Karhutla Bantuan Presiden. Organisasi kepemudaan ini menyalurkan paket sembako secara gratis kepada masyarakat yang terdampak.
Kolaborasi antara unsur pemerintah dan organisasi masyarakat ini diharapkan mampu meringankan beban warga yang bertahan di tengah bencana asap. Bantuan logistik dan layanan kesehatan berjalan beriringan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Petugas Lapangan Jadi Prioritas Utama
Perhatian khusus diberikan kepada satgas karhutla yang bertugas memadamkan api di lapangan. Mereka adalah kelompok yang paling rentan terpapar asap dalam durasi panjang.
Dengan adanya rumah oksigen, petugas yang kelelahan atau mengalami sesak napas bisa segera mendapatkan penanganan tanpa harus menunggu antrean panjang di rumah sakit. Fasilitas ini menjadi garda depan sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Pemprov Kalteng berharap keberadaan posko ini mampu menekan risiko gangguan kesehatan serius di tengah krisis kabut asap yang melanda wilayah Palangka Raya dan sekitarnya.