Pencarian

Salat Istisqa Kotim Digelar 27 Agustus 2026, Bupati Ajak Warga Berpuasa Tiga Hari Sebelumnya

Rabu, 26 Agustus 2026 • 19:06:01 WIB
Salat Istisqa Kotim Digelar 27 Agustus 2026, Bupati Ajak Warga Berpuasa Tiga Hari Sebelumnya
Ratusan umat Islam dijadwalkan mengikuti Salat Istisqa di Halaman Pemda Kotim pada Kamis (27/8/2026) pukul 06.30 WIB.

SAMPIT — Ratusan umat Islam di Kabupaten Kotawaringin Timur dijadwalkan menggelar Salat Istisqa di Halaman Pemda Kotim pada Kamis (27/8/2026) pukul 06.30 WIB. Kegiatan ini mengusung tema "Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT" sebagai respons atas musim kemarau yang memicu karhutla di sejumlah wilayah.

Bupati Kotim H. Halikinnor mengatakan, ibadah ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk menundukkan hati, memperbanyak doa, serta memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya jajaran pemerintah daerah, untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

Amalan yang Dianjurkan Sebelum Salat Istisqa

Umat Islam yang akan mengikuti Salat Istisqa diminta mempersiapkan diri secara spiritual. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak istighfar, bertaubat, dan bersedekah.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menjalankan puasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan Salat Istisqa. Amalan ini merupakan bagian dari tuntunan yang disarankan dalam rangkaian ibadah memohon turunnya hujan.

Harapan Hujan Redakan Kekeringan dan Titik Api

Halikinnor berharap turunnya hujan dapat mengurangi kekeringan lahan, menekan potensi munculnya titik api baru, serta memperbaiki kondisi lingkungan yang terdampak kemarau berkepanjangan. Menurutnya, doa dan ikhtiar bersama ini menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi karhutla.

"Kita berdoa dan tetap berikhtiar. Mudah-mudahan hujan segera turun dan kondisi karhutla di Kotim dapat kita atasi bersama," ujarnya, Senin (24/8).

Penanganan Karhutla Butuh Kesadaran Kolektif

Pelaksanaan Salat Istisqa juga diharapkan mengingatkan masyarakat bahwa penanganan karhutla membutuhkan lebih dari sekadar pengerahan personel, peralatan pemadam, distribusi air, dan patroli di wilayah rawan. Kesadaran menjaga lingkungan serta mencegah munculnya api menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Pemkab Kotim sebelumnya terus memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), aparat, relawan, perusahaan, hingga pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Di tengah kondisi lahan yang kering, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltengonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks