Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah mengerahkan 10.700 personel gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kamis (27/8/2026). Ribuan personel tersebut terdiri dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan. Operasi pemadaman juga diperkuat enam helikopter untuk water bombing dan satu pesawat untuk modifikasi cuaca serta patroli udara.
PALANGKA RAYA — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah memasuki skala besar dengan diterjunkannya ribuan personel lintas instansi. Titik api yang sebelumnya terpantau di Kelurahan Menteng menjadi fokus utama operasi darat dan udara yang berlangsung sejak Kamis pagi.
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng terlihat berupaya memadamkan api yang melahap lahan di kawasan tersebut. Kondisi lahan gambut yang kering menjadi tantangan tersendiri karena api dapat menjalar ke lapisan bawah tanah dan sulit dipadamkan hanya dari permukaan.
Dukungan Udara: Water Bombing dan Modifikasi Cuaca
Operasi pemadaman tidak hanya mengandalkan personel di lapangan. Sebanyak enam helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing atau pemadaman dari udara, menjangkau area yang sulit diakses tim darat.
Selain itu, satu pesawat diterbangkan untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan patroli udara. Langkah ini diambil untuk memicu hujan buatan serta memantau sebaran titik panas secara real-time di wilayah rawan karhutla.
Sinergi Lintas Instansi dan Relawan
Ribuan personel yang dikerahkan bukan hanya berasal dari satu institusi. BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni bahu-membahu bersama relawan di lapangan. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak saja.
Koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama agar proses pemadaman berjalan efektif dan tepat sasaran. Masyarakat di sekitar lokasi kebakaran juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api baru.
Ancaman Kabut Asap dan Langkah Pencegahan
Karhutla di Kalimantan Tengah kerap kali berujung pada bencana kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Kondisi ini biasanya diperparah oleh musim kemarau yang membuat lahan gambut rentan terbakar.
Pengerahan personel dan armada udara dalam skala besar ini merupakan langkah preventif agar dampak karhutla tidak meluas. Patroli udara juga berfungsi untuk mendeteksi titik api lebih dini sehingga tim pemadam dapat bergerak cepat sebelum api membesar.