KALIMANTAN TENGAH — Kepindahan ini menuntaskan perjalanan panjang Charles yang sempat terpinggirkan di Manchester City dan justru menemukan menit bermain reguler di Southampton. Fulham berani menggelontorkan dana besar untuk mengamankan jasa gelandang serbabisa yang juga menjadi andalan Michael O'Neill di lini tengah tim nasional.
Dari Akademi City ke Panggung Premier League
Charles bergabung dengan akademi Manchester City sejak usia tujuh tahun. Potensinya langsung terlihat, dan ia menjadi bagian penting tim City U-23 yang merebut gelar Premier League 2 musim 2021-2022 bersama Cole Palmer, Morgan Rogers, dan Nico O'Reilly.
Namun, jalan menuju tim utama City tidak pernah terbuka lebar. Ia hanya sekali tampil di Premier League, yakni pada laga pamungkas musim 2022-2023 melawan Brentford, setelah City memastikan gelar juara. Sebelumnya, ia sempat menjalani debut internasional untuk Irlandia Utara pada Juni 2022, bahkan sebelum tampil di level senior klub.
Belajar dari Rodri dan Fernandinho
Meski jarang bermain, Charles mengaku mendapat banyak pelajaran dari sesi latihan bersama para gelandang terbaik dunia di City. "Standar latihan di tim utama sangat tinggi, kami selalu belajar setiap hari. Dengan pemain seperti Rodri dan Fernandinho, ini memang berat tapi menyenangkan," ujarnya pada 2022.
Pelatih muda Irlandia Utara, Gerard Lyttle, yang pernah menangani Charles di level usia muda, sudah memprediksi kariernya akan melejit sejak 2021. "Saya belum pernah melihat pemain semuda dia yang begitu nyaman menguasai bola. Dia bermain dengan sangat tenang, bisa memberi umpan pendek maupun panjang, dan kuat secara fisik," kata Lyttle kepada BBC Sport.
Jadi Kapten di Usia 21 Tahun
Setelah meninggalkan City, Charles pindah ke Southampton pada 2023 dan langsung membantu The Saints promosi ke Premier League. Musim berikutnya, ia dipinjamkan ke Sheffield Wednesday dan menjadi favorit penggemar, hingga memunculkan minat dari Arsenal.
Pada Oktober 2024, hanya sepuluh hari setelah ulang tahunnya yang ke-21, O'Neill memberinya ban kapten timnas Irlandia Utara. Ia menjadi kapten termuda sejak Terry Neill pada 1963. "Shea punya atribut untuk bermain di level tertinggi dan temperamen yang cocok. Dengan atau tanpa ban kapten, dia akan menjadi pemimpin di lapangan," kata O'Neill saat itu.
Musim Panas yang Menentukan
Kembali ke Southampton setelah masa peminjaman, Charles menjalani musim 2024-2025 dengan produktif. Ia mencetak enam gol, termasuk gol kemenangan melawan Arsenal di Piala FA. Performa itu pula yang meyakinkan Fulham untuk membawanya kembali ke Premier League.
Kini, statusnya sebagai pemain termahal Irlandia Utara menjadi bukti nyata bahwa jalur karier yang panjang dan tidak langsung justru membentuknya menjadi pemain yang lebih matang.