KALIMANTAN TENGAH — AMD BC-250 awalnya adalah papan sirkuit untuk penambangan mata uang kripto yang memakai APU milik PlayStation 5. Kini, berkat kerja keras komunitas modder, board seharga Rp 2,9 jutaan ini bisa disulap menjadi konsol gaming Linux dengan performa mengesankan.
Pengujian yang dilakukan Tom's Hardware menunjukkan, PC rakitan berbasis BC-250 mampu bersaing ketat dengan Steam Machine Valve di sejumlah game berat. Padahal total biaya membangunnya hanya sepertiga dari harga konsol tersebut.
Spesifikasi BC-250: APU PS5 dengan Banyak Kunci Terbuka
BC-250 pada dasarnya adalah APU PS5 yang tidak jadi dipakai. Dari sisi silikon, ia bahkan lebih unggul dari PS5 karena membawa 40 Compute Unit (CU) grafis RDNA 2, sementara PS5 "hanya" 36 CU. Sayangnya, 16 CU dan dua inti prosesor dikunci dari pabrik.
- CPU: 8 inti Zen 2 (2 inti nonaktif, bisa dibuka)
- GPU: 40 CU RDNA 2 (hanya 24 aktif, bisa dibuka)
- RAM: 16 GB GDDR6 14 Gbps, bus 256-bit
- Storage: 1x M.2 2280 PCIe 2.0 x2 (maksimal 1 GB/s)
- Port: 1x DisplayPort 1.4, 2x USB 3.0, 2x USB 2.0, Gigabit Ethernet
- Daya: 1x PCIe 8-pin, TDP maksimal 220W
Perlu dicatat, kecepatan CPU dan GPU terkunci di 3,5 GHz dan 1.500 MHz. Pengguna harus memasang governor tambahan agar frekuensi bisa berjalan dinamis, sekaligus membuka kunci CU dan inti prosesor yang mati.
Performa Nyata: Setara Steam Machine di Sebagian Game
Setelah semua kunci dibuka dan sistem dioptimalkan dengan distro CachyOS, BC-250 menunjukkan taringnya. Di Cyberpunk 2077 resolusi 1440p, board ini hanya tertinggal 6,7 persen dari Steam Machine. Namun di 1080p, jaraknya melebar jadi 16,1 persen.
Hasil berbeda terlihat di Forza Horizon 6. Pada 4K, BC-250 justru menang berkat GPU yang lebih besar. Masalahnya, prosesor Zen 2 enam inti yang hanya jalan di 3,5 GHz menjadi hambatan besar di resolusi rendah. Sistem ini jelas CPU-bound, persis seperti konsol.
Tom's Hardware juga menemukan batasan lain: VRAM 16 GB yang dipakai bersama sistem. Di Spider-Man 2 dan Doom: The Dark Ages, game langsung crash saat mencoba 4K. Frame generation juga sulit dipakai karena memori sudah penuh. Solusinya, pakai Lossless Scaling via LSFG-VK yang tidak membebani VRAM.
Bukan Perangkat Plug-and-Play
Membangun PC dari BC-250 bukan untuk semua orang. Prosesnya panjang: flash BIOS khusus, atur ulang CMOS, pilih distro Linux yang tepat, lalu pasang sederet patch. Bazzite memang paling mudah, tapi sistem immutable-nya menyulitkan optimasi lanjutan. Tom's Hardware akhirnya pindah ke CachyOS yang berbasis Arch dan lebih fleksibel.
Ada juga keanehan yang muncul. Di Resident Evil 9, mengaktifkan fitur hair strands bikin karakter berubah jadi monster aneh. Di Doom: The Dark Ages, ganti resolusi memicu efek ghosting dan refleksi hilang total. Ini konsekuensi dari menjalankan software komunitas di hardware yang tidak dirancang untuk gaming.
Harga dan Kelayakan: Proyek Menarik, Bukan Pengganti Konsol
Board BC-250 kini dijual sekitar Rp 2,9 jutaan di eBay. Total biaya membangun, termasuk PSU, kipas, dan casing cetak 3D, sekitar Rp 5,8 juta. Jika sudah punya PSU dan SSD bekas, biaya bisa ditekan hingga Rp 3,5 jutaan saja.
Pembandingnya: PS5 Digital Edition Rp 10 jutaan, PS5 Pro Rp 15 jutaan, dan Steam Machine mulai Rp 17 jutaan. BC-250 jelas jauh lebih murah. Namun selisih harga itu dibayar dengan waktu dan kesabaran. Ini bukan perangkat colok-main, melainkan proyek untuk penggemar yang menikmati riset dan utak-atik.
Bagi yang tertarik, komunitas BC-250 punya dokumentasi lengkap untuk memulai. Siapkan UPS saat flashing BIOS, karena listrik padam di tengah proses bisa membuat board brick permanen. Dan ingat, tidak semua board bisa membuka 40 CU penuh—beberapa hanya stabil di 32 atau 36 CU.