Pencarian

Harga CPO Anjlok Akibat India Kurangi Impor, Bea Keluar Juni 2026 Ditetapkan USD 148 per Ton

Sabtu, 30 Mei 2026 • 12:49:54 WIB
Harga CPO Anjlok Akibat India Kurangi Impor, Bea Keluar Juni 2026 Ditetapkan USD 148 per Ton
Harga Referensi CPO Juni 2026 turun menjadi USD 1.029,51 per metrik ton akibat penurunan impor India.

KALIMANTAN TENGAH — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan Harga Referensi CPO untuk Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini turun USD 20,07 dari posisi Mei 2026 yang tercatat USD 1.049,58 per metrik ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa pelemahan harga terjadi karena India mengurangi aktivitas impor CPO. "Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 148 per MT dan PE CPO sebesar 12,5 persen dari HR CPO periode Juni 2026," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).

Bagaimana Harga Referensi CPO Dihitung?

Penetapan HR CPO tidak diambil dari satu bursa saja. Pemerintah merata-ratakan harga dari tiga sumber selama periode 20 April hingga 19 Mei 2026: Bursa CPO Indonesia (USD 920,80/MT), Bursa CPO Malaysia (USD 1.138,22/MT), dan Harga Port CPO Rotterdam (USD 1.429,40/MT).

Karena selisih harga dari tiga sumber tersebut melebihi USD 40, perhitungan mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025. Alhasil, HR dihitung hanya dari dua sumber yang menjadi median dan terdekat dari median, yaitu Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia. Hasil akhirnya, HR CPO ditetapkan di angka USD 1.029,51 per MT.

Dampak ke Minyak Goreng dan Komoditas Lain

Kebijakan ini juga berdampak pada produk turunan. Minyak goreng kemasan bermerek (RBD palm olein) dengan berat bersih maksimal 25 kg tetap dikenakan bea keluar sebesar USD 33 per MT, sesuai Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1415 Tahun 2026.

Sementara itu, nasib berbeda dialami petani kakao. Harga Referensi biji kakao untuk Juni 2026 melonjak 17,24 persen menjadi USD 3.832,17 per MT. Akibatnya, Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao naik signifikan menjadi USD 3.511 per MT. Tommy menjelaskan, "Ada kenaikan pada HR dan HPE biji kakao karena ditutupnya Selat Hormuz yang mengakibatkan peningkatan biaya logistik, biaya asuransi, dan bahan bakar. Selain itu, penurunan suplai dari Nigeria ikut mendorong kenaikan."

Komoditas Lain: Kayu dan Getah Pinus

Di sektor kehutanan, HPE getah pinus periode Juni 2026 naik 6,99 persen menjadi USD 980 per MT. Namun, HPE untuk produk kulit dan beberapa jenis kayu olahan seperti chipwood tidak mengalami perubahan. Sebaliknya, HPE kayu lapis untuk kotak kemasan justru mengalami penurunan.

Seluruh ketentuan ini tertuang dalam Kepmendag Nomor 1414 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar dan tarif layanan Badan Layanan Umum. Penurunan harga CPO ini menjadi sinyal bagi para eksportir untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan global dalam sebulan ke depan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks