KALIMANTAN TENGAH — Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menyatukan tim senior dan junior dalam satu training camp gabungan di Jakarta Selatan mulai Selasa (20/10/2026). Langkah itu diambil karena dua agenda internasional, kualifikasi Piala Dunia 2026 di Kuwait dan Piala Asia Junior di Jakarta, jadwalnya nyaris beririsan.
Ketua Umum PB Padel Indonesia Galih Dimuntur Kartasasmita menyebut pemusatan latihan kali ini berlangsung ramai karena melibatkan dua kelompok atlet sekaligus. Tim senior disiapkan untuk FIP World Cup 2026 Qualifiers zona Asia dan Afrika, sementara tim junior bersiap tampil sebagai tuan rumah Piala Asia Junior.
16 Atlet Senior Disiapkan untuk Kualifikasi di Kuwait
TC senior diikuti 16 atlet, terdiri dari delapan putra dan delapan putri. Rombongan direncanakan berangkat ke Kuwait untuk kualifikasi yang berlangsung 26-30 Oktober 2026.
Jika lolos, atlet senior langsung melanjutkan perjalanan ke Doha, Qatar, untuk tampil di Piala Dunia Padel pada 2-7 November mendatang. Jarak antara kualifikasi dan putaran final yang hanya beberapa hari membuat persiapan fisik jadi krusial.
Galih menegaskan pihaknya tidak memasang target berlebihan di kualifikasi. "Karena ini, pertama buat kami masuk ke dalam kualifikasi Piala Dunia, saya enggak mau memberi target apa pun karena cuma satu negara yang dipilih," ujarnya.
Peluang Lolos Bergantung pada Jumlah Slot
Peluang Indonesia ke putaran final sangat bergantung pada kuota yang tersedia. Galih menyebut kans timnya membesar bila ada dua slot, tapi mengecil jika hanya satu negara yang diambil.
"Insyaallah kalau ada dua (slot) saya bilang ada chance. Tapi kalau satu, chance kita lebih kecil, tapi untuk berada di sana saja sebenarnya bisa kepilih saja sudah luar biasa," ujar Galih.
Meski begitu, ia menilai keberadaan atlet Indonesia di ajang kualifikasi zona Asia dan Afrika sudah menjadi capaian tersendiri bagi cabang padel yang masih berkembang di Tanah Air.
Tim Junior Ditargetkan Minimal Semifinal di Piala Asia Junior
Berbeda dari senior, target konkret dipasang untuk tim junior. Indonesia menyiapkan masing-masing delapan atlet putra dan putri di kelompok usia 14 tahun, KU-16, dan KU-18.
Piala Asia Junior digelar sepekan setelah kualifikasi Piala Dunia, dengan Indonesia berstatus tuan rumah di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Bermain di depan pendukung sendiri disebut Galih sebagai modal tambahan.
"Kalau (target) untuk juniornya, ini beda. Kalau yang juniornya saya menargetkan, KU laki dan perempuan untuk at least semifinal. Minimum perunggu," ujarnya.
Galih menambahkan keyakinannya bahwa tim junior bisa kembali mengharumkan nama Indonesia. "Saya enggak tahu yang mana, biasalah. Tapi saya, saya yakin kita akan memberikan kebanggaan lagi," ujar Galih.
Dua Agenda Berdekatan, Satu Pemusatan Latihan
TC gabungan di kawasan Jakarta Selatan menjadi solusi praktis PBPI menghadapi kalender padat. Tim senior butuh adaptasi cepat sebelum bertolak ke Kuwait, sementara tim junior mesti siap tampil sebagai tuan rumah tak lama setelahnya.
Dengan jumlah atlet senior dan junior yang mencapai puluhan orang, PBPI berharap pemusatan latihan bersama bisa menjaga kebugaran sekaligus membangun chemistry antar kelompok usia. "Jadi lumayan ramai hari ini," ujar Galih.
Hasil kualifikasi di Kuwait akan menentukan langkah senior ke Doha, sedangkan penampilan tim junior di Pluit jadi ujian pembinaan usia muda yang selama ini digarap PBPI.