KALIMANTAN TENGAH — Jakarta — Harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan akhir pekan ini. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini ditetapkan Rp 2.604.000 per gram, naik Rp 4.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.600.000 per gram.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada harga jual. Harga buyback atau harga beli kembali emas Antam juga naik Rp 4.000 menjadi Rp 2.454.000 per gram. Buyback adalah nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali batangan mereka ke Antam.
Rincian Harga per Ukuran
Antam menetapkan harga berbeda untuk setiap ukuran emas. Berikut rincian lengkapnya per Sabtu (12/9/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.352.000
- 1 gram: Rp 2.604.000
- 2 gram: Rp 5.158.000
- 3 gram: Rp 7.719.000
- 5 gram: Rp 12.835.000
- 10 gram: Rp 25.590.000
- 25 gram: Rp 63.810.000
- 50 gram: Rp 127.455.000
- 100 gram: Rp 254.760.000
- 250 gram: Rp 636.590.000 (pre order)
- 500 gram: Rp 1.272.900.000 (pre order)
- 1.000 gram: Rp 2.544.600.000 (pre order)
Harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan buyback saat itu mencapai Rp 2.989.000 per gram. Artinya, harga saat ini masih sekitar 18% di bawah puncak tersebut.
Pemicu: Data Inflasi AS dan Spekulasi The Fed
Penguatan emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas dunia. Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.363,01 per ons pada Jumat (11/9/2026). Meski begitu, sepanjang pekan ini logam mulia masih mencatat penurunan sekitar 1,5%.
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dirilis Jumat menjadi katalis utama. CPI naik 0,4% pada Agustus, lebih tinggi dari kenaikan 0,1% pada Juli, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
"Emas pulih dengan cepat setelah sempat turun sesaat, karena data CPI tampaknya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan. Volatilitas cenderung mereda karena pasar sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan sebesar 70%," ujar pedagang logam independen Tai Wong.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pekan depan melonjak ke 87%, dari sebelumnya 67% sebelum data inflasi dirilis. Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Permintaan Asia: India Lesu, China Tetap Kuat
Di pasar fisik, permintaan emas India cenderung lesu pekan ini. Fluktuasi harga membuat pembeli menahan diri. Kondisi berbeda terjadi di China, konsumen emas terbesar dunia, di mana permintaan investasi tetap kuat.
Harga emas berjangka AS ditutup hampir tidak berubah di level US$ 4.408,90 per ons. Harga minyak juga turun, tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan — faktor yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga.
Bagi investor ritel, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global. Pergerakan The Fed pekan depan akan menjadi penentu arah harga dalam beberapa hari ke depan.