SAMPIT — Penjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, menyatakan pemerintah akan memantau perkembangan karhutla dalam satu pekan ke depan sebelum menetapkan status pelaksanaan MTQ. Evaluasi itu diperlukan karena kegiatan akan melibatkan kafilah dan peserta dari seluruh kecamatan di Kotim.
Menurut Umar, kualitas udara yang masih terdampak kabut asap menjadi pertimbangan utama. Jika situasi membaik, pihaknya akan berkonsultasi dengan Bupati untuk menentukan pelaksanaan.
"Untuk pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten, kita akan melihat bagaimana kondisi karhutla dalam satu minggu ke depan. Jika situasinya membaik, maka kami akan konsultasikan dulu kepada Bupati untuk pelaksanaannya," jelas Umar, Jumat (11/9/2026).
Panitia Masih Berpatokan Jadwal 3 Oktober 2026
Ketua Umum MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim, Edison, menegaskan panitia belum mengubah jadwal awal. Pelaksanaan tetap mengacu pada 3 Oktober 2026, dengan catatan evaluasi karhutla dalam sepekan ke depan bisa mengubah keputusan.
"Kita tetap berpatokan pelaksanaan MTQ pada 3 Oktober 2026. Cuma akan dievaluasi satu minggu ke depan. Jadi seandainya karhutla masih terus meningkat, mungkin itu nanti yang menentukan ditunda atau tidak adalah Bupati," terangnya.
Edison yang juga menjabat Camat Mentaya Hulu menyebut keputusan akhir berada di tangan Bupati. Panitia dan LPTQ akan menghadap Bupati setelah melihat perkembangan karhutla selama sepekan.
Persiapan Tuan Rumah Sentuh 90 Persen, Panggung Utama Masih Menunggu
Sejumlah kebutuhan teknis untuk menyambut kafilah dari seluruh kecamatan sudah disiapkan. Arena MTQ dan pemondokan peserta termasuk yang paling awal dirampungkan.
"Kalau karhutla turun akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Sebagai tuan rumah kita sudah siap, artinya sudah di atas 90 persen," ujarnya.
Yang masih tertunda adalah pengerjaan panggung utama. Edison menyebut pembangunan panggung menunggu hasil evaluasi kondisi karhutla dalam beberapa hari ke depan.
"Area MTQ sudah disiapkan, pemondokan kafilah sudah. Nanti panitia dan LPTQ akan menghadap Bupati setelah melihat perkembangan satu minggu ini," pungkas Edison.
Kabut Asap Jadi Pertimbangan Kesehatan Peserta
MTQ ke-57 tingkat Kotim mempertemukan kafilah dari seluruh kecamatan, sehingga jumlah peserta yang hadir di Mentaya Hulu cukup besar. Kondisi udara berasap dinilai berisiko bagi peserta maupun pendamping jika kegiatan tetap digelar tanpa perbaikan cuaca.
Pemerintah Kabupaten Kotim memastikan tahapan persiapan tetap berjalan sambil menunggu hasil pemantauan. Panitia diminta melanjutkan kebutuhan teknis lain yang tidak bergantung pada keputusan jadwal.
Kepastian digelar atau ditundanya MTQ ke-57 akan diketahui setelah rapat evaluasi bersama Bupati Kotim dalam sepekan ke depan.