BUNTOK — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Barito Selatan (Barsel) membuat jarak pandang pengendara semakin terbatas. Kondisi ini mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mengeluarkan imbauan keselamatan berkendara, terutama bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan Buntok dan sekitarnya.
Kepala Dishub Barito Selatan, Joni Priawan, menegaskan bahwa pengemudi tidak boleh memaksakan kecepatan kendaraannya di tengah kondisi kabut yang pekat. Menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi jalan menjadi kunci utama untuk menghindari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.
Imbauan Jaga Jarak dan Waspada Asap Tiba-tiba
Joni meminta para pengendara untuk tidak menganggap remeh situasi darurat kabut asap ini. Ia menekankan agar setiap pengemudi menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan asap yang bisa terjadi secara tiba-tiba di tengah perjalanan.
"Jangan menganggap remeh kondisi ini. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya harus menjadi prioritas," tegas Joni di Buntok, Jumat.
Selain pengendara pribadi, perhatian khusus juga ditujukan kepada pengelola angkutan orang, khususnya travel yang beroperasi di wilayah Buntok. Keselamatan penumpang harus diutamakan, terutama saat perjalanan malam hari yang jarak pandangnya jauh lebih pendek.
Travel Diminta Sediakan Masker untuk Penumpang
Dishub Barsel menyarankan pihak travel untuk proaktif menyediakan masker bagi para penumpangnya. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak buruk paparan kabut asap terhadap kesehatan, mengingat kualitas udara di daerah tersebut sedang tidak sehat.
Di tengah upaya mitigasi di jalan raya, Joni juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif mencegah meluasnya karhutla. Ia mengingatkan agar warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat memperparah kondisi udara dan lingkungan.
"Mari kita jaga lingkungan, kesehatan dan keselamatan bersama," demikian Joni Priawan.