BUNTOK — Raden Sudarto, anggota DPRD Barito Selatan, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Daya beli masyarakat menurun drastis dan berdampak langsung pada pendapatan harian para pedagang di pasar tradisional. Di tengah situasi sulit ini, kebijakan menaikkan tarif pajak dan retribusi daerah justru dianggap menambah beban berat bagi pelaku usaha kecil.
"Kita meminta agar kenaikan tarif pajak dan retribusi daerah tersebut dievaluasi kembali," kata Raden Sudarto di Buntok, Minggu.
Pedagang Lantai Dua Plaza Beringin Sepi Pembeli
Politisi yang akrab disapa Haji Alex itu mencontohkan langsung kondisi di Pasar Plaza Beringin Buntok. Kenaikan tarif sewa toko atau los di pasar tersebut menjadi keluhan utama para pedagang. Ia mengaku menerima banyak informasi dari pedagang di lantai dua yang pendapatannya jauh dari cukup untuk menutup biaya sewa.
"Berdasarkan informasi dari sejumlah pedagang khususnya yang berada di lantai dua, dalam sehari saja belum tentu ada laku satu dagangan baju yang mereka jual," bebernya.
Haji Alex menghitung, pendapatan para pedagang dalam sebulan saja belum tentu mampu menutupi biaya hidup sehari-hari. Apalagi jika harus membayar sewa toko yang tarifnya sudah resmi dinaikkan. Ia menegaskan, dengan kondisi pasar yang lesu, tarif seharusnya diturunkan, bukan malah dinaikkan.
Pemkab Diminta Sosialisasikan Kenaikan Tarif ke UMKM
Menanggapi persoalan ini, Haji Alex meminta Pemkab Barito Selatan agar tidak terburu-buru dalam menerapkan kebijakan kenaikan tarif. Ia menekankan pentingnya sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebelum aturan tersebut dieksekusi.
"Sosialisasi ini penting guna mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dalam membayar sewa toko dan lainnya," terangnya.
Ia mewanti-wanti agar penetapan tarif sewa toko dan retribusi lainnya jangan sampai berada di luar kemampuan para pedagang. Menurutnya, dialog langsung antara pemerintah daerah dan pedagang menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tidak mematikan usaha kecil di tengah tekanan ekonomi yang sedang berlangsung.