Pemerintah Kabupaten Lamandau melepas 40 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya yang telah menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 45 hari di Kecamatan Bulik dan Sematu Jaya. Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mendorong agar kolaborasi ini berlanjut dengan jangkauan desa yang lebih luas.
NANGA BULIK — Sebanyak 40 mahasiswa UIN Palangka Raya resmi dilepas Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra setelah mengabdikan diri selama kurang lebih 45 hari di sejumlah desa pada Kecamatan Bulik dan Sematu Jaya, Kalimantan Tengah. Pelepasan berlangsung di Gedung LPTQ Nanga Bulik, Jumat, dan dihadiri jajaran Forkopimda serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.
Rizky menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata para mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat. Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan kampus dapat terus diperpanjang.
"Semoga kerja sama ini dapat terus kita lanjutkan. Ke depan, mudah-mudahan jumlah mahasiswa yang datang ke Lamandau bisa lebih banyak dan penempatannya dapat menjangkau desa-desa yang lebih jauh," ujarnya dalam sambutan pelepasan.
Empat Desa Raih Penghargaan Kelompok KKN Terbaik
Dalam kesempatan yang sama, Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada kelompok KKN terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi selama di lokasi. Desa Bina Bhakti dinobatkan sebagai kelompok terbaik pertama, disusul Desa Bunut di posisi kedua, Desa Purwareja ketiga, dan Desa Mekar Mulya keempat.
Penilaian didasarkan pada capaian program, kolaborasi dengan perangkat desa, serta dampak yang dirasakan warga selama mahasiswa bertugas.
KKN Jadi Sarana Belajar Sosial bagi Mahasiswa
Menurut Rizky, kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberi manfaat bagi warga melalui berbagai program pemberdayaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial dan dinamika kehidupan masyarakat di pedesaan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting untuk terus dikembangkan. Program pengabdian semacam ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi pembangunan di Kabupaten Lamandau.
Bupati berharap pengalaman selama berada di Lamandau menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara UIN Palangka Raya dan Pemerintah Kabupaten Lamandau ke depan.