Pencarian

Tim SAR Evakuasi Delapan Pendaki di Gunung Bawakaraeng yang Alami Asma dan Hipotermia Saat Rayakan HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 • 14:02:31 WIB
Tim SAR Evakuasi Delapan Pendaki di Gunung Bawakaraeng yang Alami Asma dan Hipotermia Saat Rayakan HUT ke-81 RI
Tim SAR gabungan mengevakuasi delapan pendaki di Gunung Bawakaraeng yang mengalami asma akut dan hipotermia.

KALIMANTAN TENGAH — Delapan pendaki yang terjebak cuaca ekstrem di Gunung Bawakaraeng akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka mengalami gangguan kesehatan serius, mulai dari serangan asma akut hingga hipotermia, usai memperingati detik-detik proklamasi di ketinggian pada 17 Agustus lalu.

Proses penyelamatan dilakukan Tim SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi setelah laporan pertama diterima posko. Seluruh korban langsung mendapatkan perawatan medis darurat di posko lapangan sebelum dievakuasi lebih lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kronologi Evakuasi dan Kondisi Para Pendaki

Evakuasi berlangsung dalam dua tahap mengingat medan terjal dan kondisi fisik para pendaki yang terus menurun. Tim SAR harus berjalan kaki menembus kabut tebal untuk menjangkau titik lokasi para korban berada.

Dari delapan pendaki yang dievakuasi, sebagian besar mengalami hipotermia ringan akibat terjebak hujan dan angin kencang di puncak. Sementara itu, dua pendaki lainnya dilaporkan mengalami serangan asma yang dipicu oleh udara dingin dan kelelahan ekstrem setelah perjalanan panjang.

Antisipasi Cuaca Ekstrem di Puncak Gunung

Perayaan HUT RI di puncak gunung memang menjadi tradisi bagi sebagian komunitas pendaki. Namun, kondisi cuaca di Gunung Bawakaraeng pada Agustus kerap berubah drastis tanpa pola yang jelas, menjadikan aktivitas ini memiliki risiko tinggi.

Tim SAR mengimbau para pendaki untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melakukan pendakian. Kelengkapan perlengkapan musim dingin, seperti jaket tebal dan sleeping bag yang memadai, menjadi syarat mutlak yang tidak boleh ditawar saat beraktivitas di ketinggian di atas 2.800 meter di atas permukaan laut.

Seluruh korban kini dalam kondisi stabil dan mulai dipulangkan ke rumah masing-masing setelah menjalani observasi. Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya manajemen risiko dan kesiapan fisik sebelum memutuskan mendaki gunung, terlebih di momentum libur panjang.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks