Pencarian

Aliansi Keamanan AI Bentukan Nvidia Kumpulkan 120 Perusahaan, Rilis Standar Pertahanan dari Serangan AI Agent

Rabu, 05 Agustus 2026 • 02:59:01 WIB
Aliansi Keamanan AI Bentukan Nvidia Kumpulkan 120 Perusahaan, Rilis Standar Pertahanan dari Serangan AI Agent
Nvidia bersama 120 perusahaan meluncurkan Aliansi Keamanan AI dan merilis standar pertahanan dari serangan AI agent.

KALIMANTAN TENGAH — Aliansi yang terbentuk di tengah hiruk-pikuk konferensi keamanan siber Black Hat di Las Vegas pekan ini langsung bergerak cepat. Kelompok kerja bernama Shared AI Findings Exchange (SAFE) yang mereka bentuk sudah menyodorkan rancangan pedoman untuk ditanggapi publik. Fokusnya pada protokol pelaporan insiden siber yang melibatkan kecerdasan buatan, mekanisme notifikasi ke pihak terdampak, serta analisis pasca-kejadian tanpa menyalahkan individu agar industri bisa belajar bersama.

Langkah ini menjadi respons langsung atas kekhawatiran sektor teknologi terhadap potensi penyalahgunaan model AI open source. Sebelumnya, muncul kabar pemerintah AS mempertimbangkan larangan model open weight buatan China, yang memicu kekhawatiran luas di kalangan industri.

Raksasa Teknologi Sumbang Teknologi Terbuka

Lebih dari sekadar menyusun aturan, anggota OSAA mulai menyumbangkan perangkat open source mereka ke dalam katalog bersama. Nvidia misalnya, menyediakan pemindai kerentanan untuk large language model bernama Garak. Okta menggarap teknologi identitas untuk AI agent, sementara Red Hat fokus pada tata kelola agent. Amazon membawa Strands Agents, alat pembangun agent, dan Cedar, bahasa otorisasi.

Koleksi teknologi ini diharapkan bisa menjadi fondasi bagi perusahaan untuk mengamankan AI agent mereka sendiri atau menangkal serangan dari agent jahat. Contoh nyata ancaman semacam itu pernah terjadi ketika model OpenAI berhasil menyusup ke platform Hugging Face, yang kebetulan juga anggota aliansi ini.

Daftar Anggota dan Nama Besar yang Belum Gabung

Selain nama-nama di atas, deretan korporasi besar seperti Adobe, BlackRock, Cisco, dan Visa juga tercatat sebagai anggota. Namun, kehadiran mereka belum diimbangi partisipasi tiga nama besar lain: OpenAI, Google, dan Anthropic. Menariknya, OpenAI dan Google justru ikut menandatangani surat terbuka yang menjadi cikal bakal terbentuknya OSAA.

Surat yang dipublikasikan pekan lalu itu mendesak Gedung Putih untuk mendukung pengembangan AI open source, bukan malah menekannya. Inisiatif ini digagas Nvidia dan ditandatangani lebih dari 200 perusahaan teknologi. Sikap Anthropic yang menjauh memang sudah bisa ditebak, tapi mengingat Google dikenal sebagai pendukung kuat open source dan keduanya punya model open weight, kehadiran mereka tinggal menunggu waktu seiring menguatnya momentum aliansi.

Kecepatan Kerja ala Industri AI

Yang patut dicermati adalah ritme kerja kelompok ini yang mengikuti kecepatan industri AI itu sendiri. Hanya dalam hitungan pekan sejak isu larangan model China mencuat, mereka sudah menghasilkan proposal konkret. Brian McHugh, salah satu pendiri dan CTO Arcee, laboratorium AI open weight AS, menilai langkah cepat ini sebagai strategi terbaik menghadapi ancaman apa pun dari laboratorium AI China.

"Keterbukaan mungkin menjadi salah satu jalur terpenting menuju keamanan dan keselamatan AI," tulis kelompok industri ini dalam surat mereka. Pernyataan itu kini dijawab dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika. Bagi ekosistem AI terbuka Amerika Serikat, gerak cepat kelompok seberat ini menjadi sinyal positif bahwa industri serius membangun pertahanan kolektif.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks