SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menyebut peristiwa ini sebagai tonggak sejarah baru bagi dunia penerbangan di wilayahnya. “Alhamdulillah, ini sepanjang sejarah, baru ini pertama kali pesawat dengan badan cukup lebar dengan muatan 180 penumpang mendarat di Bandara Haji Asan Sampit. Ini pertama kali. Sepanjang sejarah baru ini,” ujarnya di Sampit, Jumat.
Mengapa Kehadiran Super Air Jet Jadi Sorotan Tiga Kabupaten?
Penerbangan perdana SAJ tidak hanya dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kotim. Bupati Seruyan dan Bupati Katingan yang diwakili Kepala Dinas Perhubungannya turut hadir. Kepala Kantor Otoritas Bandara (Otban) Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengaku baru kali ini melihat inagurasi penerbangan dihadiri tiga bupati sekaligus. “Ini luar biasa,” katanya.
Dalam penerbangan perdana itu, SAJ membawa 178 penumpang turun di Sampit dan 141 penumpang berangkat, termasuk Bupati Kotim dan tamu undangan lainnya. Rute yang dilayani menghubungkan Sampit dengan sejumlah kota, memanfaatkan jaringan Lion Group yang memiliki konektivitas domestik dan internasional.
Infrastruktur Bandara Masih Punya Pekerjaan Rumah
Meski pesawat besar sudah bisa mendarat, sejumlah pembenahan infrastruktur bandara masih berjalan. Halikinnor menyebut penanganan hambatan keselamatan berupa pepohonan di sekitar kawasan bandara sudah mulai ditebang. Pemerintah daerah juga menyiapkan pemasangan pagar pengaman lebih tinggi di ujung runway sesuai rekomendasi Kementerian Perhubungan.
Untuk perpanjangan landasan pacu, Halikinnor mengungkapkan telah ada kesepakatan dengan kementerian. “Kita memang saat ini runway yang ada ini 2.060 meter. Kami minta kemarin kesepakatan dari Kementerian Perhubungan, karena kita tahu semua saat ini sedang defisit anggaran, sehingga disepakati perpanjangan dan pelebaran menjadi tanggung jawab kementerian,” paparnya.
Pemkab Kotim berkomitmen membangun gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) serta pengembangan apron atau area parkir pesawat, yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 mendatang.
Potensi Ekonomi dan Harapan Rute Baru Sampit-Surabaya
Halikinnor optimistis kehadiran SAJ akan berdampak besar terhadap perekonomian daerah. Kotim memiliki potensi perkebunan kelapa sawit luas, sektor pertambangan, perdagangan, jasa, hingga potensi wisata dan umrah. Selama ini, banyak investor menuju Sampit harus melalui Palangka Raya dan melanjutkan perjalanan darat.
“Harapan kita nanti kalau perlu Batik Air bisa landing juga di sini. Dalam waktu dekat rute Sampit-Surabaya juga kita harapkan bisa dibuka karena permintaan cukup tinggi,” ucap Bupati.
Tantangan: Menjaga Keberlanjutan Penerbangan di Tengah Biaya Tinggi
Ferdinan Nurdin dari Otban Balikpapan mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya mendatangkan maskapai, tetapi menjaga operasional penerbangan tetap bertahan. Industri penerbangan masih menghadapi biaya operasional tinggi, termasuk harga avtur. Kolaborasi antara pemerintah daerah, otoritas bandara, dan maskapai dinilai penting agar layanan di Sampit terus berkembang.
Ia juga menyoroti potensi besar penerbangan umrah dari Sampit yang bisa menjadi pasar penting melalui jaringan Lion Group. Namun, ia menegaskan masih ada banyak “pekerjaan rumah” terkait keselamatan penerbangan dan kelayakan bandara yang perlu ditingkatkan, termasuk perpanjangan runway minimal sesuai standar.